Salahkan Taliban Atas Krisis Keuangan, Profesor Afghanistan Ditangkap

Minggu, 09 Januari 2022 - 17:20 WIB
Baca juga: Ganja Taliban Tarik Investasi Asing Rp6,5 Triliun

Di Twitter, kelompok hak asasi Amnesty International mengutuk penangkapan dosen itu karena menggunakan kebebasan berekspresi dan mengkritik Taliban, menyerukan pembebasannya segera dan tanpa syarat.

Sejak kembali berkuasa, Taliban telah menindak perbedaan pendapat, dengan paksa membubarkan aksi protes hak-hak perempuan dan menahan sebentar beberapa wartawan Afghanistan.

Taliban juga telah membentuk kabinet yang semuanya laki-laki yang seluruhnya terdiri dari anggota kelompok tersebut, dan hampir secara eksklusif terdiri dari etnis Pashtun.

Mereka semakin membatasi hak perempuan untuk bekerja dan belajar, memicu kecaman internasional yang meluas.

Baca juga: Taliban Pamerkan Hasil Rampasan Perang, Klaim Bukti Kemenangan Atas Amerika
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!