Malaysia Tertarik Membeli Jet Tempur Bekas Pakai Militer Kuwait

Sabtu, 25 Desember 2021 - 15:02 WIB
Malaysia saat ini mengoperasikan armada delapan pesawat tempur kursi ganda F/A-18D dalam peran pertahanan udara dan serangan, melayani bersama 18 jet Sukhoi Su-30MKM Flanker-H buatan Rusia. Hornets diakuisisi pada tahun 1997 dan telah ditingkatkan selama dekade terakhir.

Peningkatan bertahap termasuk integrasi Joint Helmet Cueing System, rudal udara-ke-udara AIM-9X Sidewinder dan Joint Direct Attack Munitions yang dipandu satelit serta penambahan tautan data Link 16.

Baca: Kuwait Larang Masuk Kapal yang Bawa Barang ke dan dari Israel

Kuwait sedang berusaha untuk membuang armada F/A-18C single-seaters dan F/A-18D, 40 di antaranya diperoleh setelah Perang Teluk 1991. Emirat kecil Teluk Persia saat ini menerima pengiriman 28 Eurofighter Typhoon dan sejumlah pesawat tempur F/A-18E/F Super Hornet.

Malaysia telah mengevaluasi Super Hornet dan Typhoon bersama dengan Dassault Rafale Prancis, karena menggoda pengadaan pesawat tempur multi-peran baru. Namun, masalah anggaran membuat pencegat MiG-29 Fulcrum buatan Rusia secara diam-diam ditarik dari layanan tanpa penggantian.

Negara ini malah menekankan pada perolehan pesawat tempur ringan baru untuk menggantikan armada jet latih Hawk 108 dan pesawat tempur ringan Hawk 208 milik RMAF, yang juga berasal dari akhir 1990-an dan telah mengalami serangkaian kecelakaan dan kecelakaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!