Tegang dengan Barat, 2 Bomber Nuklir Rusia Berkeliaran di Langit Belarusia
Minggu, 19 Desember 2021 - 03:22 WIB
Patroli pesawat pengebom Rusia ini menandai misi ketiga sejak bulan lalu.
Penerbangan patroli itu dilakukan di tengah kekhawatiran Barat atas penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina yang menimbulkan kekhawatiran akan invasi. Moskow telah membantah rencana serangan semacam itu, tetapi mendesak Barat untuk memberikan jaminan keamanan yang akan mengecualikan ekspansi NATO ke Ukraina dan penyebaran senjata aliansi di sana—tuntutan yang hampir pasti ditolak oleh AS dan sekutunya.
Beberapa pejabat Ukraina telah menyuarakan keprihatinan bahwa Rusia mungkin menggunakan wilayah sekutunya; Belarusia, untuk menyerang Kiev.
Moskow sangat mendukung Belarusia di tengah kebuntuan yang tegang bulan lalu ketika ribuan migran dan pengungsi, kebanyakan dari Timur Tengah, berkumpul di sisi perbatasan Belarusia dengan Polandia dengan harapan bisa menyeberang ke Eropa Barat.
Uni Eropa menuduh Presiden Belarusia yang otoriter Alexander Lukashenko mendorong penyeberangan perbatasan ilegal sebagai "serangan hibrida" untuk membalas sanksi Uni Eropa terhadap pemerintahnya atas tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat internal setelah terpilihya kembali Lukashenko pada pemilu 2020 yang disengketakan.
Penerbangan patroli itu dilakukan di tengah kekhawatiran Barat atas penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina yang menimbulkan kekhawatiran akan invasi. Moskow telah membantah rencana serangan semacam itu, tetapi mendesak Barat untuk memberikan jaminan keamanan yang akan mengecualikan ekspansi NATO ke Ukraina dan penyebaran senjata aliansi di sana—tuntutan yang hampir pasti ditolak oleh AS dan sekutunya.
Beberapa pejabat Ukraina telah menyuarakan keprihatinan bahwa Rusia mungkin menggunakan wilayah sekutunya; Belarusia, untuk menyerang Kiev.
Moskow sangat mendukung Belarusia di tengah kebuntuan yang tegang bulan lalu ketika ribuan migran dan pengungsi, kebanyakan dari Timur Tengah, berkumpul di sisi perbatasan Belarusia dengan Polandia dengan harapan bisa menyeberang ke Eropa Barat.
Uni Eropa menuduh Presiden Belarusia yang otoriter Alexander Lukashenko mendorong penyeberangan perbatasan ilegal sebagai "serangan hibrida" untuk membalas sanksi Uni Eropa terhadap pemerintahnya atas tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat internal setelah terpilihya kembali Lukashenko pada pemilu 2020 yang disengketakan.
Lihat Juga :