Kisah Koruptor Uganda Dikubur dengan Uang Rp761 Juta, Alasannya Bikin Geleng Kepala

Sabtu, 18 Desember 2021 - 12:53 WIB
Mantan pejabat Uganda, yang meninggal pada 17 Desember 2016 setelah lama menderita penyakit yang tidak diketahui, secara khusus membuat permintaan itu dalam surat wasiatnya. Dia dimakamkan di rumah leluhurnya di desa Adag-ani, paroki Bar-pii, Kecamatan Aromo di Distrik Lira, di dalam peti mati logam yang diperkirakan menelan biaya lebih dari USD5 juta, kata laporan itu.

Menurut keluarganya, Obong takut dosa-dosanya selama menjabat - termasuk korupsi yang berlipat ganda - akan membawanya ke neraka. Dia juga meminta agar saudara laki-laki dan perempuannya hadir ketika jasadnya dipindahkan ke peti mati, untuk memastikan bahwa istrinya mengamankan uang di peti matinya.

Tetapi setelah gereja menemukan permintaannya yang aneh, para tetua komunitas menggali uang itu dan mengembalikannya kepada keluarga pria itu, dengan mengatakan bahwa mengubur seseorang dengan uang adalah tabu.

Salah satu pendeta di daerah tersebut, Pendeta Joel Agel Awio, terkejut dengan langkah tersebut dan mengatakan tidak ada uang yang dapat membeli kehidupan kekal, dan Tuhan tidak dapat menerima “jabat tangan emas” seperti itu.

Baca juga: Istri Curi Uang Suaminya Rp3,6 Miliar karena Takut Ditinggal Nikah Lagi
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!