Krisis di Perbatasan Ukraina: Putin Peringatkan NATO, Siap Gunakan Rudal Zircon

Selasa, 30 November 2021 - 22:14 WIB
Namun Kremlin bersikeras tidak memiliki niat seperti itu dan menuduh Ukraina dan pendukung Baratnya membuat klaim untuk menutupi desain mereka sendiri yang diduga agresif.

Rusia mencaplok Semenanjung Crimea Ukraina pada 2014 setelah presiden yang bersahabat dengan Kremlin digulingkan dari kekuasaan oleh aksi protes massa dan juga mendukung pemberontakan separatis yang pecah di timur Ukraina.

Baca juga: Bos Mata-mata Rusia: Rencana Invasi Ukraina Propaganda Jahat AS

Awal tahun ini, lonjakan pelanggaran gencatan senjata di timur dan konsentrasi pasukan Rusia di dekat Ukraina memicu kekhawatiran perang, tetapi ketegangan mereda ketika Moskow menarik kembali sebagian besar pasukannya setelah manuver pada bulan April.

Penumpukan pasukan Rusia sebelumnya di dekat Ukraina awal tahun ini diikuti oleh pertemuan puncak Putin dengan Presiden AS Joe Biden pada Juni lalu di Jenewa, di mana mereka sepakat untuk meluncurkan dialog tentang stabilitas strategis dan keamanan siber.

Putin memuji diskusi tentang keamanan siber antara para ahli Rusia dan AS, dengan mengatakan sama seperti pandemi, perlu untuk menyatukan upaya untuk bekerja secara efisien.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!