Putin Telah Uji Coba Vaksin Hidung COVID-19
Kamis, 25 November 2021 - 04:21 WIB
Pada pertengahan Oktober lalu, Kementerian Kesehatan Rusia menyetujui uji klinis bentuk semprotan hidung dari vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Center, menurut RIA Novosti.
Menurut wakil direktur Gamaleya, Denis Logunov, pihaknya masih menguji kemanjuran vaksin hidung.
"Saya harus mengakui bahwa ini adalah administrasi off-label pada dasarnya, seperti biasa, kami mengujinya pada karyawan kami," kata Logunov kepada Putin dalam percakapan televisi setelah memberikan booster pada hari Minggu.
Putin menanggapi dengan bertanya kepada Logunov apakah dia bisa ambil bagian dalam eksperimen ini.
Logunov mengatakan bentuk intranasal dikembangkan untuk menginduksi kekebalan penghalang, yang dengan COVID-19, mengacu pada organ kekebalan manusia yang terletak di hidung dan faring.
Baca juga: COVID-19 Menggila, Wilayah Rusia Larang Warga yang Tidak Divaksin Keluar Rumah
"Kita juga tahu bahwa vaksin yang diberikan melalui metode parenteral, atau injeksi intramuskular, efektif, tetapi mereka memiliki kemampuan terbatas untuk menginduksi kekebalan dari apa yang disebut infeksi terobosan dan penyakit simtomatik. Kita perlu memberikan agen melalui selaput lendir untuk menginduksi kekebalan penghalang," terangnya.
Menurut wakil direktur Gamaleya, Denis Logunov, pihaknya masih menguji kemanjuran vaksin hidung.
"Saya harus mengakui bahwa ini adalah administrasi off-label pada dasarnya, seperti biasa, kami mengujinya pada karyawan kami," kata Logunov kepada Putin dalam percakapan televisi setelah memberikan booster pada hari Minggu.
Putin menanggapi dengan bertanya kepada Logunov apakah dia bisa ambil bagian dalam eksperimen ini.
Logunov mengatakan bentuk intranasal dikembangkan untuk menginduksi kekebalan penghalang, yang dengan COVID-19, mengacu pada organ kekebalan manusia yang terletak di hidung dan faring.
Baca juga: COVID-19 Menggila, Wilayah Rusia Larang Warga yang Tidak Divaksin Keluar Rumah
"Kita juga tahu bahwa vaksin yang diberikan melalui metode parenteral, atau injeksi intramuskular, efektif, tetapi mereka memiliki kemampuan terbatas untuk menginduksi kekebalan dari apa yang disebut infeksi terobosan dan penyakit simtomatik. Kita perlu memberikan agen melalui selaput lendir untuk menginduksi kekebalan penghalang," terangnya.
Lihat Juga :