Magdalena Andersson Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Swedia
Rabu, 24 November 2021 - 23:11 WIB
Seratus tahun setelah perempuan Swedia diberikan hak untuk memberikan suara, pemimpin Sosial Demokrat berusia 54 tahun itu mendapat tepuk tangan meriah dari beberapa bagian parlemen, atau Riksdag.
Pemilihannya sebagai kepala pemerintahan minoritas mengikuti kesepakatan 11 jam dengan Partai Kiri yang menjadi oposisi, dengan imbalan pensiun yang lebih tinggi bagi banyak orang Swedia. Dia juga mendapatkan dukungan dari mitra koalisi Partai Hijau serta Partai Center.
Dari 349 anggota Riksdag, 174 memilih menentangnya. Tetapi di atas 117 anggota parlemen yang mendukung Andersson, 57 lainnya abstain, memberikan kemenangannya dengan satu suara.
Baca juga: Waspadai Rusia, Swedia Kerahkan Rudal Patriot Pertama yang Lebih Garang
Seorang mantan juara renang junior dari kota universitas Uppsala, ia memulai karir politiknya pada tahun 1996 sebagai penasihat politik untuk Perdana Menteri Goran Persson. Dia telah menghabiskan tujuh tahun terakhir sebagai Menteri Keuangan.
Namun, dia menghadapi pekerjaan berat sejak awal, dengan partai-partai oposisi di sebelah kanan mengatakan mereka akan menolak anggaran pemerintah 2022. Partai Center, yang mendukungnya untuk jabatan perdana menteri, mengatakan tidak akan mendukung paket keuangan dari pemerintah yang bergerak jauh ke kiri.
Pemilihannya sebagai kepala pemerintahan minoritas mengikuti kesepakatan 11 jam dengan Partai Kiri yang menjadi oposisi, dengan imbalan pensiun yang lebih tinggi bagi banyak orang Swedia. Dia juga mendapatkan dukungan dari mitra koalisi Partai Hijau serta Partai Center.
Dari 349 anggota Riksdag, 174 memilih menentangnya. Tetapi di atas 117 anggota parlemen yang mendukung Andersson, 57 lainnya abstain, memberikan kemenangannya dengan satu suara.
Baca juga: Waspadai Rusia, Swedia Kerahkan Rudal Patriot Pertama yang Lebih Garang
Seorang mantan juara renang junior dari kota universitas Uppsala, ia memulai karir politiknya pada tahun 1996 sebagai penasihat politik untuk Perdana Menteri Goran Persson. Dia telah menghabiskan tujuh tahun terakhir sebagai Menteri Keuangan.
Namun, dia menghadapi pekerjaan berat sejak awal, dengan partai-partai oposisi di sebelah kanan mengatakan mereka akan menolak anggaran pemerintah 2022. Partai Center, yang mendukungnya untuk jabatan perdana menteri, mengatakan tidak akan mendukung paket keuangan dari pemerintah yang bergerak jauh ke kiri.
Lihat Juga :