Sekelompok Senator AS Berupaya Gagalkan Penjualan Senjata Rp9,2 Triliun ke Arab Saudi
Sabtu, 20 November 2021 - 09:46 WIB
Baca: Mohammad bin Salman Umumkan Oxagon, Kompleks Industri Terapung Terbesar di Dunia
Karenanya, para senator itu menolak untuk menyetujui banyak penjualan peralatan militer untuk Kerajaan tanpa jaminan peralatan produksi AS itu tidak akan digunakan untuk membunuh warga sipil. Aktivis mengatakan, Arab Saudi telah melobi besar-besaran untuk tidak memperpanjang mandat penyelidik PBB yang telah mendokumentasikan kemungkinan kejahatan perang di Yaman oleh koalisi pimpinan Riyadh dan gerakan Houthi.
Paket yang telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri akan mencakup 280 AIM-120C-7/C-8 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), 596 LAU-128 Missile Rail Launchers (MRL) bersama dengan kontainer dan peralatan pendukung, suku cadang, rekayasa dan dukungan teknis pemerintah dan kontraktor AS.
Sebelumnya, Pemerintahan Biden menyatakan, pihaknya mengadopsi kebijakan hanya menjual senjata pertahanan kepada sekutu Teluk itu. Ketika Departemen Luar Negeri menyetujui penjualan itu, seorang juru bicara mengatakan penjualan itu "sepenuhnya konsisten dengan janji pemerintah untuk memimpin dengan diplomasi untuk mengakhiri konflik di Yaman."
Karenanya, para senator itu menolak untuk menyetujui banyak penjualan peralatan militer untuk Kerajaan tanpa jaminan peralatan produksi AS itu tidak akan digunakan untuk membunuh warga sipil. Aktivis mengatakan, Arab Saudi telah melobi besar-besaran untuk tidak memperpanjang mandat penyelidik PBB yang telah mendokumentasikan kemungkinan kejahatan perang di Yaman oleh koalisi pimpinan Riyadh dan gerakan Houthi.
Paket yang telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri akan mencakup 280 AIM-120C-7/C-8 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), 596 LAU-128 Missile Rail Launchers (MRL) bersama dengan kontainer dan peralatan pendukung, suku cadang, rekayasa dan dukungan teknis pemerintah dan kontraktor AS.
Sebelumnya, Pemerintahan Biden menyatakan, pihaknya mengadopsi kebijakan hanya menjual senjata pertahanan kepada sekutu Teluk itu. Ketika Departemen Luar Negeri menyetujui penjualan itu, seorang juru bicara mengatakan penjualan itu "sepenuhnya konsisten dengan janji pemerintah untuk memimpin dengan diplomasi untuk mengakhiri konflik di Yaman."
(esn)
Lihat Juga :