Sekelompok Senator AS Berupaya Gagalkan Penjualan Senjata Rp9,2 Triliun ke Arab Saudi
Sabtu, 20 November 2021 - 09:46 WIB
Ilustrasi
WASHINGTON - Sekelompok senator Amerika Serikat (AS) menentang penjualan senjata besar pertama pemerintahan Presiden Joe Biden ke Kerajaan Arab Saudi . Upaya memblokir penjualan ini didasari pada keterlibatan Riyadh dalam konflik di Yaman.
Sebuah resolusi bersama tentang ketidaksetujuan guna memblokir usulan penjualan senjata AS senilai USD650 juta (Rp9,2 triliun) ke Kerajaan Arab Saudi diperkenalkan oleh senator Partai Republik, Rand Paul dan Mike Lee, serta Bernie Sanders, yang berkaukus dengan Demokrat.
Baca: Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi di Utara Marib Tewaskan 130 Pemberontak Houthi
“Ketika pemerintah Saudi terus mengobarkan perang yang menghancurkan di Yaman dan menindas rakyatnya sendiri, kita seharusnya tidak memberi mereka lebih banyak penjualan senjata,” kata Sanders dalam pernyataan bersama, Kamis (18/11/2021) waktu setempat.
Dalam sebuah pernyataan, Paul mengatakan, "Penjualan ini dapat mempercepat perlombaan senjata di Timur Tengah dan membahayakan keamanan teknologi militer kami."
Seperti dilaporkan Reuters, banyak anggota parlemen AS menganggap Arab Saudi sebagai mitra penting di Timur Tengah. Namun, mereka telah mengkritik negara itu karena keterlibatannya dalam perang di Yaman, konflik yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Sebuah resolusi bersama tentang ketidaksetujuan guna memblokir usulan penjualan senjata AS senilai USD650 juta (Rp9,2 triliun) ke Kerajaan Arab Saudi diperkenalkan oleh senator Partai Republik, Rand Paul dan Mike Lee, serta Bernie Sanders, yang berkaukus dengan Demokrat.
Baca: Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi di Utara Marib Tewaskan 130 Pemberontak Houthi
“Ketika pemerintah Saudi terus mengobarkan perang yang menghancurkan di Yaman dan menindas rakyatnya sendiri, kita seharusnya tidak memberi mereka lebih banyak penjualan senjata,” kata Sanders dalam pernyataan bersama, Kamis (18/11/2021) waktu setempat.
Dalam sebuah pernyataan, Paul mengatakan, "Penjualan ini dapat mempercepat perlombaan senjata di Timur Tengah dan membahayakan keamanan teknologi militer kami."
Seperti dilaporkan Reuters, banyak anggota parlemen AS menganggap Arab Saudi sebagai mitra penting di Timur Tengah. Namun, mereka telah mengkritik negara itu karena keterlibatannya dalam perang di Yaman, konflik yang dianggap sebagai salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.
Lihat Juga :