Pejabat AS dan Korsel Cari Cara Tarik Korut Kembali ke Meja Perundingan
Rabu, 17 November 2021 - 17:45 WIB
Departemen Luar Negeri AS merilis pernyataan terpisah tentang hasil pertemuan itu. Deplu AS tidak menyebutkan secara langsung usulan deklarasi akhir perang, meskipun penegasan kembali "komitmen bersama untuk denuklirisasi lengkap di semenanjung Korea."
Baca: Menghilang 35 Hari, Kim Jong-un Muncul di Gunung Suci yang Dipuja Keluarganya
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan sebelumnya mengatakan secara terbuka bahwa kedua belah pihak mungkin berbeda "dalam urutan atau waktu yang tepat atau kondisi untuk langkah yang berbeda" untuk deklarasi tersebut.
"Tentu saja, kami telah melihat serangkaian tes oleh Korut. AS telah mengindikasikan bahwa kami siap untuk terlibat dengan itikad baik dan diplomasi jika Korut siap untuk melakukan hal yang sama," katanya, merujuk pada uji coba rudal baru-baru ini oleh Korut.
Sementara itu di tempat terpisah, Menteri Korsel yang bertanggung jawab atas hubungan antar-Korea menekankan bahwa menyatakan berakhirnya secara resmi Perang Korea 1950-1953, yang disarankan oleh Seoul, dapat berfungsi sebagai "katalisator" untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korut dengan mengirimkan pesan positif kepada Pyongyang dalam hal mengejar jaminan keamanan.
Baca: Menghilang 35 Hari, Kim Jong-un Muncul di Gunung Suci yang Dipuja Keluarganya
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan sebelumnya mengatakan secara terbuka bahwa kedua belah pihak mungkin berbeda "dalam urutan atau waktu yang tepat atau kondisi untuk langkah yang berbeda" untuk deklarasi tersebut.
"Tentu saja, kami telah melihat serangkaian tes oleh Korut. AS telah mengindikasikan bahwa kami siap untuk terlibat dengan itikad baik dan diplomasi jika Korut siap untuk melakukan hal yang sama," katanya, merujuk pada uji coba rudal baru-baru ini oleh Korut.
Sementara itu di tempat terpisah, Menteri Korsel yang bertanggung jawab atas hubungan antar-Korea menekankan bahwa menyatakan berakhirnya secara resmi Perang Korea 1950-1953, yang disarankan oleh Seoul, dapat berfungsi sebagai "katalisator" untuk melanjutkan pembicaraan dengan Korut dengan mengirimkan pesan positif kepada Pyongyang dalam hal mengejar jaminan keamanan.
Lihat Juga :