Wilayah Ini Batalkan Perayaan Natal Meski Populasinya 100% Telah Divaksin

Rabu, 17 November 2021 - 02:34 WIB
Gibraltar batalkan perayaan Natal setelah mencatat kenaikan kasus COVID-19 dalam tujuh hari terakhir. Foto/Ilustrasi/Sky News
GIBRALTAR - Gibraltar membatalkan perayaan Natal dan melarang warganya mengadakan pertemuan selama empat minggu di tengah lonjakan kasus COVID-19 . Padahal, seluruhwargaGibraltar yang memenuhi syarat telah divaksinasi.

Pemerintah Gibraltar baru-baru ini mengumumkan bahwa pesta Natal resmi, resepsi resmi dan pertemuan serupa telah dibatalkan, dan menyarankan masyarakat untuk menghindari acara serta pesta sosial selama empat minggu ke depan. Ruang terbuka lebih direkomendasikan daripada di dalam ruang, menyentuh dan berpelukan tidak disarankan, dan disarankan menggunakan masker.



“Peningkatan drastis jumlah orang yang dites positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir adalah pengingat nyata bahwa virus ini masih sangat umum di komunitas kita dan itu adalah tanggung jawab kita semua untuk mengambil setiap tindakan pencegahan yang wajar untuk melindungi diri kita sendiri dan orang yang kita cintai,” kata Menteri Kesehatan Gibraltar Samantha Sacramento seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Bosan Lockdown, Pria Ini Bangun Tembok 5,6 Meter yang Halangi Pandangan Tetangga
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!