Demonstran Nakal AS Tawarkan Seks pada Polisi yang Bersedia Mundur
Jum'at, 05 Juni 2020 - 06:56 WIB
Seperti diberitakan sebelumnya, pria kulit hitam bernama George Floyd tewas tak lama setelah lehernya dicekik polisi kulit putih dengan lututnya di kota Minneapolis, Minnesota, pada 25 Mei 2020. Dia awalnya ditangkap empat polisi atas tuduhan membeli rokok di sebuah toko dengan uang kertas palsu.
Dalam video yang memicu kemarahan publik AS, Floyd terlihat tersungkur di tanah di dekat sebuah mobil. Dalam kondisi tangannya diborgol, leher Floyd dicekik dengan lutut seorang polisi bernama Derek Chauvin. Floyd sempat mengucapkan kalimat terakhir; "Saya tidak bisa bernapas" sebelum akhirnya dinyatakan tewas setelah dibawa ke rumah sakit.
Empat petugas polisi yang terlibat dalam kejadian itu telah dipecat. Mereka juga didakwa di pengadilan. Namun, tindakan hukum terhadap empat polisi itu belum meredam kemarahan publik Amerika. Demo yang diwarnai kerusuhan masih berlanjut di beberapa wilayah di negara tersebut.
Dalam video yang memicu kemarahan publik AS, Floyd terlihat tersungkur di tanah di dekat sebuah mobil. Dalam kondisi tangannya diborgol, leher Floyd dicekik dengan lutut seorang polisi bernama Derek Chauvin. Floyd sempat mengucapkan kalimat terakhir; "Saya tidak bisa bernapas" sebelum akhirnya dinyatakan tewas setelah dibawa ke rumah sakit.
Empat petugas polisi yang terlibat dalam kejadian itu telah dipecat. Mereka juga didakwa di pengadilan. Namun, tindakan hukum terhadap empat polisi itu belum meredam kemarahan publik Amerika. Demo yang diwarnai kerusuhan masih berlanjut di beberapa wilayah di negara tersebut.
(min)
Lihat Juga :