Mayoritas Rakyat AS Dukung Demonstrasi Antirasial

Kamis, 04 Juni 2020 - 11:13 WIB
Sementara itu, aksi penjarahan di berbagai pusat ikonik di New York, Macy dan toko-toko lainnya masih terus berlanjutnya. Jam malam di New York diperpanjang hingga Minggu (7/6), sementara jam malam di Philadeplhia berlaku hingga Kamis (4/6). Polisi New York kini aktif memburu para penjarah. Namun, banyak penjarah yang bterus melakukan aksinya dan banyak orang berkumpul di depan toko yang menjadi target penjarahan. Gubernur New York Andrew Cuomo mengkritik polisi yang disebutnya "tidak melakukan tugasnya".

Presiden Trump menyalahkan Gubernur New York Andrew Cuomo atas situasi kekacauan di pusat bisnis AS tersebut. "kerusuhan, tidak ada penegakan hukum dan kerusakan terjadi di New york," kata Trump dilansir Fox News. "Kapan Gubernur Cumo akan meminta bantuan pemerintah federal. New York City tidka terkendali," katanya. (Baca juga: Spike Lee Rilis Film Pendek George Floyd Sebagai Bentuk Protes)

Trump Dikecam

Bahkan, mantan presiden AS George W Bush menyebut AS mengalami kegagalan tragis karena ketidakadilan rasial menyusul aksi demonstrasi yang sudah berlangsung lebih dari satu pekan. "Sungguh suatu kegagalan yang mengejutkan ketika banyak warga Afro-Amerika, khususnya anak muda, diperlakukan kasar dan diancam di negara mereka," kata Bush sebagai bentuk simpati atas kematian George Floyd pada 25 Mei silam.

Dia mengungkapkan, serangkaian tragedi tersebut memunculkan pernyataan, "Bagaimana kita mengadiri rasistem sistemik di masyarakat kita?". "Saat ini bagi AS untuk menguji kegagalan tragis ini," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!