Untuk Pertama Kalinya, Penerbangan Publik dari Israel Mendarat di Arab Saudi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:30 WIB
Dikelilingi oleh negara-negara yang pernah bentrok dengan Israel di masa lalu, perjalanan udara gratis bukanlah sesuatu yang diterima begitu saja di Israel. Sepanjang 2020 normalisasi hubungan dengan Bahrain, Sudan, Maroko dan UEA adalah pembukaan wilayah udara untuk penerbangan Israel, bersama dengan pengumuman penerbangan langsung ke Dubai, Maroko, dan Bahrain.
Sebelum pembukaan wilayah udara Saudi, pesawat El Al harus mengikuti rute yang panjang dan berliku ke Mumbai untuk menghindari wilayah udara Saudi, menambah kira-kira dua jam perjalanan dari Tel Aviv. Kondisi ini menempatkan maskapai Israel pada kerugian besar.
Baca: Arab Saudi Bilang Normalisasi dengan Israel Berefek Positif
Wilayah udara selalu menjadi titik pertikaian antara Israel dan musuh-musuhnya. Negara-negara yang masih melarang penerbangan langsung dan lalu lintas udara ke dan dari Israel adalah Afghanistan, Aljazair, Bangladesh, Brunei, Iran, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Somalia, Suriah, Tunisia, dan Yaman.
Bulan lalu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan dilaporkan mengangkat gagasan Arab Saudi menormalkan hubungan dengan Israel. Hal ini dungkapkan Sulivan selama pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) di kota Laut Merah Neom.
Sebelum pembukaan wilayah udara Saudi, pesawat El Al harus mengikuti rute yang panjang dan berliku ke Mumbai untuk menghindari wilayah udara Saudi, menambah kira-kira dua jam perjalanan dari Tel Aviv. Kondisi ini menempatkan maskapai Israel pada kerugian besar.
Baca: Arab Saudi Bilang Normalisasi dengan Israel Berefek Positif
Wilayah udara selalu menjadi titik pertikaian antara Israel dan musuh-musuhnya. Negara-negara yang masih melarang penerbangan langsung dan lalu lintas udara ke dan dari Israel adalah Afghanistan, Aljazair, Bangladesh, Brunei, Iran, Irak, Kuwait, Lebanon, Libya, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Somalia, Suriah, Tunisia, dan Yaman.
Bulan lalu, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS), Jake Sullivan dilaporkan mengangkat gagasan Arab Saudi menormalkan hubungan dengan Israel. Hal ini dungkapkan Sulivan selama pertemuan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) di kota Laut Merah Neom.
Lihat Juga :