Pengantin ISIS Jerman Dituduh Bunuh Gadis Yazidi yang Dijadikan Budak Seks

Senin, 25 Oktober 2021 - 15:16 WIB
"Setelah gadis itu jatuh sakit dan membasahi kasurnya, suami dari terdakwa merantainya di luar sebagai hukuman dan membiarkan anak (perempuan) itu mati kehausan dalam panas yang menyengat," bunyi dakwaan jaksa, seperti dikutip AFP.

"Terdakwa membiarkan suaminya melakukannya dan tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan gadis itu."

Suami Wenisch, Taha al-Jumailly, juga menghadapi persidangan dalam proses terpisah di Frankfurt, di mana vonis akan dijatuhkan pada akhir November 2021.

Diidentifikasi hanya dengan nama depannya Nora, ibu gadis Yazidi telah berulang kali bersaksi di Munich dan Frankfurt tentang siksaan yang diduga menimpa anaknya.

Tetapi pengacara terdakwa mengeklaim bahwa kesaksian ibu itu tidak dapat dipercaya dan mengatakan tidak ada bukti bahwa gadis itu, yang dibawa ke rumah sakit setelah insiden itu, benar-benar meninggal.

Pengacara Wenisch ingin kliennya hanya menerima hukuman percobaan dua tahun karena mendukung organisasi teroris.

Ketika ditanya selama persidangan tentang kegagalannya menyelamatkan gadis itu, Wenisch mengatakan dia takut bahwa suaminya akan mendorongnya atau menguncinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!