Houthi Klaim Hujani Markas Komando Arab Saudi dengan Rudal Balistik, 35 Luka
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 12:51 WIB
Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, mengklaim telah menyerang markas komando Arab Saudi di Jazan dengan rudal balistik. Foto/Ilustrasi
SANAA - Kelompok pemberontak Yaman , Houthi , mengklaim telah melancarkan serangan terhadap markas komando Arab Saudi di kota Jazan dan melukai 35 tentara. Serangan itu terjadi ketika Dewan Keamanan PBB memilih untuk mengutuk serangan lintas perbatasan Houthi.
"Serangan hari Rabu terhadap kamp militer al-Wajab di kota Arab Saudi Jazan secara akurat mengenai sasarannya, menewaskan atau melukai setidaknya 35 perwira dan tentara Saudi, termasuk dua pilot helikopter serang Apache," menurut sebuah laporan oleh Yaman Press Agency (YPA) di Sana'a, yang dikendalikan oleh Houthi yang dinukil Sputnik, Jumat (22/10/2021).
Serangan itu juga dilaporkan menghancurkan toko senjata dan hanggar Apache.
Menurut laporan itu kamp tersebut dihantam oleh lima rudal balistik , meskipun Kementerian Pertahanan Saudi pada hari Rabu mengklaim telah mencegat setidaknya satu rudal yang menargetkan Jazan.
“Serangan ini datang sebagai tanggapan atas agresi, pemboman udara, dan pengepungan terus-menerus di Yaman,” kata Brigjen. Jenderal Yahya Sarie, juru bicara pasukan militer Houthi, kepada YPA.
“Jika koalisi melanjutkan eskalasi udaranya, respons kami akan menyakitkan dan luas,” tegasnya.
Serangan terhadap Jazan terjadi beberapa hari setelah serangan lain di Bandara King Abdullah di Jazan pada 8 Oktober yang melukai sedikitnya 10 orang.
"Serangan hari Rabu terhadap kamp militer al-Wajab di kota Arab Saudi Jazan secara akurat mengenai sasarannya, menewaskan atau melukai setidaknya 35 perwira dan tentara Saudi, termasuk dua pilot helikopter serang Apache," menurut sebuah laporan oleh Yaman Press Agency (YPA) di Sana'a, yang dikendalikan oleh Houthi yang dinukil Sputnik, Jumat (22/10/2021).
Serangan itu juga dilaporkan menghancurkan toko senjata dan hanggar Apache.
Menurut laporan itu kamp tersebut dihantam oleh lima rudal balistik , meskipun Kementerian Pertahanan Saudi pada hari Rabu mengklaim telah mencegat setidaknya satu rudal yang menargetkan Jazan.
“Serangan ini datang sebagai tanggapan atas agresi, pemboman udara, dan pengepungan terus-menerus di Yaman,” kata Brigjen. Jenderal Yahya Sarie, juru bicara pasukan militer Houthi, kepada YPA.
“Jika koalisi melanjutkan eskalasi udaranya, respons kami akan menyakitkan dan luas,” tegasnya.
Serangan terhadap Jazan terjadi beberapa hari setelah serangan lain di Bandara King Abdullah di Jazan pada 8 Oktober yang melukai sedikitnya 10 orang.
Lihat Juga :