Pandemi Corona Picu Peningkatan Jumlah Pernikahan Anak di Bangladesh
Selasa, 19 Oktober 2021 - 03:30 WIB
Prosanta Kumar Dey, Manajer Regional CEP dan koordinator divisi utama Khulna, mengatakan, pihaknya telah melihat peningkatan tujuh hingga delapan kali dalam pernikahan anak di wilayahnya. Jumlah itu diluar dari 96 upaya pernikahan anak yang berhasil digagalkan.
Baca: Tekan Pernikahan di Bawah Umur, DP3A Canangkan Gerakan Ayo Kuliah
Dia mengaitkan lonjakan itu dengan penutupan sekolah selama 15 bulan, yang mendorong keluarga berpenghasilan rendah untuk menikahkan anak perempuan mereka.
"Sementara itu, rendahnya gerakan masyarakat dan pengawasan dari LSM dan pemerintah juga telah memungkinkan wali untuk menghindari rintangan dan melanggar hukum perkawinan di negara itu,” jelas Dey, seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu (17/10/2021).
Sementara Farah Kabir, Country Director Action Aid Bangladesh menuturkan, beberapa keluarga telah mengindikasikan bahwa hilangnya mata pencaharian yang menyebabkan krisis keuangan selama pandemi menyebabkan peningkatan terjadinya pernikahan anak.
“Meningkatnya pernikahan anak juga telah dikaitkan dengan penutupan sekolah untuk waktu yang lama. Ini akan menyebabkan banyak anak perempuan putus sekolah dan berdampak parah pada masa depan mereka,” dia memperingatkan.
Baca: Tekan Pernikahan di Bawah Umur, DP3A Canangkan Gerakan Ayo Kuliah
Dia mengaitkan lonjakan itu dengan penutupan sekolah selama 15 bulan, yang mendorong keluarga berpenghasilan rendah untuk menikahkan anak perempuan mereka.
"Sementara itu, rendahnya gerakan masyarakat dan pengawasan dari LSM dan pemerintah juga telah memungkinkan wali untuk menghindari rintangan dan melanggar hukum perkawinan di negara itu,” jelas Dey, seperti dilansir Anadolu Agency, Minggu (17/10/2021).
Sementara Farah Kabir, Country Director Action Aid Bangladesh menuturkan, beberapa keluarga telah mengindikasikan bahwa hilangnya mata pencaharian yang menyebabkan krisis keuangan selama pandemi menyebabkan peningkatan terjadinya pernikahan anak.
“Meningkatnya pernikahan anak juga telah dikaitkan dengan penutupan sekolah untuk waktu yang lama. Ini akan menyebabkan banyak anak perempuan putus sekolah dan berdampak parah pada masa depan mereka,” dia memperingatkan.
Lihat Juga :