Pakar: Tidak Hanya China, AS Juga Harus Buka Akses Biolabnya untuk Diselidiki

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 09:00 WIB
“Jika AS benar-benar menginginkan penyelidikan internasional ke Wuhan, AS juga harus menawarkan para peneliti internasional kemungkinan untuk menyelidiki biolab AS,” ucapnya, seperti dilansir Sputnik, Jumat (15/10/2021).

“Di sisi lain, AS tidak boleh dipaksa untuk memberi lampu hijau penyelidikan ke banyak pusat penelitian "pertahanan hayati" AS, termasuk Fort Detrick di Maryland, yang telah menjadi pusat penelitian senjata biologis Angkatan Darat AS,” sambungnya.

Baca: Benarkah Amerika Serikat Danai Rekayasa Covid-19 di Wuhan?

Disinggung soal pernyataan Direktur Intelijen Nasional AS, Avril Haines di awal-awal masa penyelidikan intelijen AS soal Covid-19, bahwa dia mereka mencoba mencari “senjata api”. De Zayas menuturkan, pernyataan Haines menunjukan bahwa mereka mencari seseorang untuk disalahkan.

Menurutnya, bahasa Haines sendiri menunjukkan bahwa tidak ada minat medis yang tulus tentang Covid-19 atau tentang para korban pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!