Eks Presiden Myanmar Mengaku Dipaksa Mundur oleh Tentara Beberapa Jam Sebelum Kudeta
Rabu, 13 Oktober 2021 - 15:55 WIB
"Presiden menolak proposal mereka, dengan mengatakan dia dalam keadaan sehat," kata pengacara Win Myint, Khin Maung Zaw, dalam pesan teks berbahasa Inggris yang dikirim kepada wartawan, mengutip kesaksiannya.
"Para petugas memperingatkannya bahwa penolakan itu akan menyebabkan banyak kerugian, tetapi presiden mengatakan kepada mereka bahwa dia lebih baik mati daripada menyetujuinya," sambungnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/10/2021).
Khin Maung Zaw mengatakan pembela menolak tuduhan terhadap Win Myint dan Suu Kyi karena mereka ditahan tanpa komunikasi.
Baca juga: Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar
Win Myint dan Suu Kyi keduanya menolak beberapa tuduhan terhadap mereka. Pengacara, yang mewakili mereka berdua, mengatakan Suu Kyi telah menyarankan agar kesaksiannya juga diumumkan.
Myanmar telah dicabik-cabik oleh kekerasan dan kelumpuhan ekonomi sejak tentara turun tangan untuk mencegah Suu Kyi membentuk pemerintahan baru, tiga bulan setelah partainya terpilih kembali secara telak.
"Para petugas memperingatkannya bahwa penolakan itu akan menyebabkan banyak kerugian, tetapi presiden mengatakan kepada mereka bahwa dia lebih baik mati daripada menyetujuinya," sambungnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/10/2021).
Khin Maung Zaw mengatakan pembela menolak tuduhan terhadap Win Myint dan Suu Kyi karena mereka ditahan tanpa komunikasi.
Baca juga: Berencana Bunuh Utusan untuk PBB, AS Tangkap Dua Pria Myanmar
Win Myint dan Suu Kyi keduanya menolak beberapa tuduhan terhadap mereka. Pengacara, yang mewakili mereka berdua, mengatakan Suu Kyi telah menyarankan agar kesaksiannya juga diumumkan.
Myanmar telah dicabik-cabik oleh kekerasan dan kelumpuhan ekonomi sejak tentara turun tangan untuk mencegah Suu Kyi membentuk pemerintahan baru, tiga bulan setelah partainya terpilih kembali secara telak.
Lihat Juga :