Penguasa Dubai Retas Ponsel Mantan Istrinya Pakai Alat Canggih Israel
Kamis, 07 Oktober 2021 - 10:30 WIB
Putri Haya binti al-Hussein, mantan istri kedua penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. Foto/REUTERS
LONDON - Penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, melalui orang-orangnya, telah meretas ponsel mantan istrinya dan pengacaranya. Peretasan itu menggunakan perangkat lunak canggih buatan perusahaan Israel.
Peretasan ponsel itu terungkap dalam putusan Pengadilan Tinggi Inggris hari Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Lagi, Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuhkan Bom Nuklir B61 Inert
Menurut pengadilan, ponsel Putri Haya binti al-Hussein dan pengacaranya diretas sebagai bagian dari "kampanye intimidasi dan ancaman yang berkelanjutan" selama perebutan hak asuh atas anak-anak mereka.
Mohammed, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), menggunakan perangkat lunak "Pegasus" yang canggih, yang dikembangkan oleh perusahaan Israel; NSO. Perangkat itu telah digunakan beberapa negara-negara untuk melawan risiko keamanan nasional mereka.
Putri Haya merupakan saudara tiri Raja Abdullah II dari Yordania. Dia melarikan diri dari Dubai ke Inggris bersama dua anaknya pada 15 April 2019.
Setelah melarikan diri, istri kedua penguasa Dubai itu akhirnya menggugat cerai melalui pengadilan di Inggris.
Peretasan ponsel itu terungkap dalam putusan Pengadilan Tinggi Inggris hari Rabu (6/10/2021).
Baca juga: Lagi, Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuhkan Bom Nuklir B61 Inert
Menurut pengadilan, ponsel Putri Haya binti al-Hussein dan pengacaranya diretas sebagai bagian dari "kampanye intimidasi dan ancaman yang berkelanjutan" selama perebutan hak asuh atas anak-anak mereka.
Mohammed, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA), menggunakan perangkat lunak "Pegasus" yang canggih, yang dikembangkan oleh perusahaan Israel; NSO. Perangkat itu telah digunakan beberapa negara-negara untuk melawan risiko keamanan nasional mereka.
Putri Haya merupakan saudara tiri Raja Abdullah II dari Yordania. Dia melarikan diri dari Dubai ke Inggris bersama dua anaknya pada 15 April 2019.
Setelah melarikan diri, istri kedua penguasa Dubai itu akhirnya menggugat cerai melalui pengadilan di Inggris.
Lihat Juga :