Hampir 700 Perusahaan Keuangan Eropa Mendukung Bisnis di Permukiman Ilegal Israel
Kamis, 30 September 2021 - 22:35 WIB
Koalisi DBIO menemukan bahwa antara Januari 2018, dan Mei 2021, 672 lembaga keuangan Eropa, termasuk bank, manajer aset, perusahaan asuransi, dan dana pensiun, memiliki hubungan keuangan dengan 50 bisnis yang diidentifikasi terlibat dengan permukiman ilegal.
Permukiman Israel di tanah yang diambil oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 adalah ilegal menurut hukum internasional dan merupakan tindakan yang menimbulkan tanggung jawab pidana individu sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di bawah Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
“Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini dengan permukiman - melalui investasi, pinjaman perbankan, ekstraksi sumber daya, kontrak infrastruktur dan peralatan. dan perjanjian pasokan produk - memberi mereka oksigen ekonomi yang sangat diperlukan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang," kata Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, dalam kata pengantar laporan tersebut seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (30/9/2021).
Bersama dengan BNP Parabas (USD17,30 miliar), Deutsche Bank (USD12,03 miliar) dan HSBC (USD8,72 miliar) dalam sepuluh kreditur teratas untuk 50 bisnis adalah, Barclays Inggris (USD8,69miliar), Societe Generale Perancis (USD8,20miliar) dan Credit Agricole (USD5,55miliar), Santander Spanyol (USD4,75miliar), ING Group Belanda (USD4,60miliar), Commerzbank Jerman (USD4,37miliar) dan Unicredit Italia (USD3,58miliar).
Baru-baru ini, beberapa lembaga keuangan dan perusahaan telah melakukan divestasi dari perusahaan bisnis yang terkait dengan permukiman Israel.
Baca juga: Biden Tolak Lokasi Alternatif Konsulat AS yang Diajukan PM Israel
Permukiman Israel di tanah yang diambil oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967 adalah ilegal menurut hukum internasional dan merupakan tindakan yang menimbulkan tanggung jawab pidana individu sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di bawah Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
“Keterlibatan perusahaan-perusahaan ini dengan permukiman - melalui investasi, pinjaman perbankan, ekstraksi sumber daya, kontrak infrastruktur dan peralatan. dan perjanjian pasokan produk - memberi mereka oksigen ekonomi yang sangat diperlukan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan berkembang," kata Michael Lynk, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, dalam kata pengantar laporan tersebut seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (30/9/2021).
Bersama dengan BNP Parabas (USD17,30 miliar), Deutsche Bank (USD12,03 miliar) dan HSBC (USD8,72 miliar) dalam sepuluh kreditur teratas untuk 50 bisnis adalah, Barclays Inggris (USD8,69miliar), Societe Generale Perancis (USD8,20miliar) dan Credit Agricole (USD5,55miliar), Santander Spanyol (USD4,75miliar), ING Group Belanda (USD4,60miliar), Commerzbank Jerman (USD4,37miliar) dan Unicredit Italia (USD3,58miliar).
Baru-baru ini, beberapa lembaga keuangan dan perusahaan telah melakukan divestasi dari perusahaan bisnis yang terkait dengan permukiman Israel.
Baca juga: Biden Tolak Lokasi Alternatif Konsulat AS yang Diajukan PM Israel
Lihat Juga :