Peneliti Berburu Hotspot Pandemi Covid-19 untuk Tes Vaksin

Senin, 01 Juni 2020 - 17:30 WIB
"Agar vaksin dapat bekerja, orang perlu memiliki risiko infeksi di komunitas. Jika virus telah berhenti sementara, maka tes itu sia-sia," kata Ayfer Ali, pakar obat di Warwick Business School, Inggris.

"Solusinyap indah ke wilayah di mana infeksi menyebar luas di komunitas, itu negara seperti Brasil dan Meksiko saat ini," ujar dia.

Tes vaksin dilakukan dengan secara acak memisahkan orang dalam satu grup perawatan dan satu grup kontrol. Grup perawatan mendapatkan vaksin eksperimen dan grup kontrol mendapat placebo. (Baca Juga: Jurnalis Rusia Jadi Korban Demonstrasi di AS, Moskow Kesal)

Semua peserta kembali ke komunitas di mana penyakit itu masih beredar, dan tingkat infeksi dibandingkan. Harapannya, infeksi pada grup kontrol lebih tinggi, sehingga menunjukkan vaksin eksperimen dapat melindungi kelompok lain.

Saat ini pandemi corona di Inggris, Eropa dan Amerika Serikat mulai turun dari puncaknya. Para peneliti vaksin kini harus mencari tempat atau negara lain dengan tingkat infeksi masih tinggi. (Baca Juga: Trump Disebut Bersembunyi di Bunker Saat Terjadi Demonstrasi di Depan Gedung Putih)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!