Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:21 WIB
loading...
Habis Covid-19, Muncul...
Setelah pandemi Covid-19 mereda, sekarang muncul wabah Hantavirus dan memicu spekulasi tentang siklus untung industri vaksin global. Foto/UNICEF.
A A A
JAKARTA - Munculnya kembali kekhawatiran global akibat wabah hantavirus membuat publik internasional kembali menyoroti industri vaksin dunia. Saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020–2022, sejumlah perusahaan farmasi global berubah menjadi raksasa ekonomi baru dengan keuntungan fantastis dari penjualan vaksin.

Beberapa perusahaan bahkan mencatat lonjakan pendapatan terbesar dalam sejarah korporasi mereka. Nilainya mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS) hanya dalam waktu singkat, didorong kontrak pembelian pemerintah, vaksinasi massal global, hingga kebutuhan booster tahunan.

Baca Juga: WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya

Daftar Perusahaan Pembuat Vaksin Covid-19 yang Untung Besar


Berikut daftar perusahaan pembuat vaksin Covid-19 yang meraup keuntungan besar selama pandemi.

1. Pfizer dan BioNTech

•Produk vaksin: Comirnaty (Pfizer-BioNTech)
•Laba bersih: USD31,3 miliar
•CEO Pfizer: Albert Bourla
•Pendiri BioNTech: Pasangan ilmuwan Turki-Jerman; Ugur Şahin dan Ozlem Tureci

Pfizer dan BioNTech menjadi pasangan paling sukses dalam bisnis vaksin Covid-19. Keduanya mengembangkan vaksin berbasis mRNA pertama yang mendapat persetujuan luas di dunia Barat.

Laporan tahunan Pfizer menunjukkan bahwa vaksin Comirnaty menghasilkan pendapatan sekitar USD37,8 miliar pada 2022 saja. Pada 2021, penjualannya juga hampir mencapai USD36,8 miliar, menurut situs webnya.

Total pendapatan Pfizer sepanjang 2022 menembus rekor USD100,3 miliar, tertinggi dalam sejarah perusahaan. Laba bersihnya mencapai USD31,3 miliar.

Sementara itu, BioNTech yang sebelumnya hanya perusahaan bioteknologi kecil asal Jerman berubah menjadi perusahaan dengan cadangan kas puluhan miliar dolar AS berkat pembagian keuntungan vaksin bersama Pfizer. Bahkan komunitas investor di Reddit menyebut BioNTech sebagai perusahaan yang “membuat uang dalam jumlah tidak biasa dari vaksin Covid-19.”

2. Moderna

•Produk vaksin: Spikevax
•Laba bersih: USD12,2 miliar (2021) dan USD8,4 miliar (2022)
•CEO Moderna: Stéphane Bancel

Moderna menjadi simbol ledakan industri mRNA selama pandemi. Sebelum Covid-19, perusahaan ini belum pernah menjual produk vaksin secara massal. Namun pandemi mengubah segalanya.

Dalam periode pandemi, Moderna membukukan laba bersih sekitar USD12,2 miliar pada 2021 dan USD8,4 miliar pada 2022.

Vaksin Spikevax menjadi sumber utama pendapatan perusahaan. Namun setelah pandemi mereda, penjualan vaksin Moderna anjlok drastis hingga lebih dari 90 persen pada 2024 akibat menurunnya permintaan booster.

Kini Moderna kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut disebut tengah meneliti vaksin hantavirus di tengah munculnya wabah terbaru pada 2026.

Moderna dipimpin CEO Stéphane Bancel. Investor awal Moderna termasuk perusahaan investasi besar seperti Flagship Pioneering.

3. Sinovac Biotech

•Produk vaksin: CoronaVac
•Laba bersih: USD5,1 miliar (semester pertama 2021)
•Pendiri Sinovac: Yin Weidong, ilmuwan dan pengusaha bioteknologi asal China

Sinovac menjadi salah satu perusahaan Asia yang paling diuntungkan selama pandemi. Vaksin CoronaVac digunakan secara luas di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Lebih Mengerikan Dibandingkan...
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Bagaimana Negara-negara...
Bagaimana Negara-negara Merespons Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius?
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Wabah Hantavirus Juga...
Wabah Hantavirus Juga Sampai Israel, 1 Orang Terinfeksi
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
9 IAIN Berubah Jadi...
9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar 11 PTKN yang Beralih Status
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved