Choke Point Selat Malaka, Perairan Paling Sibuk dan Rawan di Asia
Rabu, 15 September 2021 - 06:40 WIB
Wilayah ini juga merupakan salah satu wilayah paling rawan di dunia, karena kerap terjadi pembajakan. Insiden pembajakan di Selat Malaka telah lama menjadi ancaman bagi pemilik kapal dan pelaut yang melintasi jalur laut ini. Dalam beberapa tahun terakhir, patroli terkoordinasi oleh Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura, bersamaan dengan peningkatan keamanan di kapal, telah memicu penurunan tajam aksi pembajakan.
Geografi Selat Malaka memang membuat wilayah ini sangat rentan terhadap pembajakan. Perairan sempit itu berisi ribuan pulau kecil, dan merupakan outlet bagi banyak sungai, sehingga ideal bagi bajak laut untuk menghindari penangkapan.
Baca: 'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Biro Maritim Internasional (IMB) melaporkan, serangan bajak laut di seluruh dunia turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2006. Serangan terhadap kapal di laut pada tahun 2006 turun menjadi 239 kapal, turun dari 276 pada tahun 2005. Tren yang sama terjadi di Selat Malaka, di mana serangan turun dari 79 pada tahun 2005 menjadi 50 pada tahun 2006.
Pada tahun 2004, wilayah ini menyumbang 40% dari pembajakan di seluruh dunia. IMB melaporkan, pada bulan Oktober 2007 Indonesia terus menjadi wilayah yang paling banyak diserang bajak laut di dunia.
Geografi Selat Malaka memang membuat wilayah ini sangat rentan terhadap pembajakan. Perairan sempit itu berisi ribuan pulau kecil, dan merupakan outlet bagi banyak sungai, sehingga ideal bagi bajak laut untuk menghindari penangkapan.
Baca: 'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Biro Maritim Internasional (IMB) melaporkan, serangan bajak laut di seluruh dunia turun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2006. Serangan terhadap kapal di laut pada tahun 2006 turun menjadi 239 kapal, turun dari 276 pada tahun 2005. Tren yang sama terjadi di Selat Malaka, di mana serangan turun dari 79 pada tahun 2005 menjadi 50 pada tahun 2006.
Pada tahun 2004, wilayah ini menyumbang 40% dari pembajakan di seluruh dunia. IMB melaporkan, pada bulan Oktober 2007 Indonesia terus menjadi wilayah yang paling banyak diserang bajak laut di dunia.
(esn)
Lihat Juga :