Profesor Stanford Desak AS Hentikan ‘Perburuan’ Mata-mata China di Kampus-kampus

Senin, 13 September 2021 - 22:11 WIB
Mantan Menteri Energi AS dan pemenang hadiah Nobel Steven Chu, yang juga merupakan seorang profesor di Stanford, mengatakan bahwa alih-alih membantu melindungi keunggulan AS dalam teknologi dan pemahaman, program tersebut berisiko merusak keunggulan Amerika dalam sains.

Departemen Kehakiman telah menerbitkan rincian setidaknya 27 kasus yang terkait dengan inisiatif tersebut, dengan hasil termasuk beberapa pengakuan bersalah, beberapa kasus dibatalkan dan beberapa sedang berlangsung.

Profesor di Institut Teknologi Massachusetts dan Universitas Harvard termasuk di antara mereka yang didakwa, seperti lima ilmuwan China yang mengunjungi para sarjana tahun lalu, meskipun tuduhan itu dibatalkan pada bulan Juli.

Mengenai kritik terhadap “Inisiatif China” tersebut, juru bicara Departemen Kehakiman AS, Wyn Hornbuckle mengatakan pemerintah AS berdedikasi untuk melawan upaya Beijing untuk merusak keamanan nasional dan membahayakan ekonomi Amerika.

Meski demikian, dia juga mengakui ini bisa meningkatkan ancaman kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika. "Kami sangat memperhatikan diskriminasi," katanya. Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11, Bendera Taliban Berkibar di Istana Presiden Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!