Kaum Perempuan Afghanistan Protes Pemeritahan Sementara Taliban

Rabu, 08 September 2021 - 23:11 WIB
"Ketika saya (pertama kali) bertemu Taliban, Shabudin Dilawar menguraikan versi mereka tentang hak-hak Islam bagi perempuan mengatakan tidak ada penghalang bagi perempuan untuk menjadi menteri/perdana menteri, mereka bertindak sebaliknya. Apakah itu untuk mendapatkan dorongan politik?" tweet Kofi yang juga juru runding perdamaian dan aktivis hak-hak perempuan seperti dikutip dari CNN.

Baca juga: Taliban Umbar Tembakan Peringatan saat Unjuk Rasa di Kabul

Kecaman juga datang dari Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF), sebuah kelompok anti-Taliban yang telah memerangi serangan gerilyawan di Lembah Panjshir. NRF menyebut kabinet sementara Taliban ilegal dan ancaman terhadap stabilitas serta keamanan Afghanistan, kawasan dan Dunia.

"NRF percaya bahwa pembentukan pemerintahan yang demokratis, legal dan sah hanya dapat dicapai melalui kehendak dan suara rakyat dalam pemilihan umum yang juga dapat diterima oleh masyarakat internasional," kata NRF.

Untuk diketahui, tidak ada perempuan, anggota agama minoritas atau anggota kepemimpinan terguling Afghanistan yang masuk dalam kabinet atau ditunjuk untuk peran penasihat dalam pengumuman pemerintah baru sementara Afghanistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!