Sebanyak 52% Rakyat AS Ingin Presiden Biden Lengser Terkait Afghanistan

Kamis, 02 September 2021 - 08:36 WIB
Menurut hasil jajak pendapat yang dirilis Rabu waktu Amerika, 75% dari anggota Partai Republik merasakan hal yang sama.

Sementara itu, 60% pemilih setuju dengan pernyataan Senator Partai Republik asal South Carolina, Lindsey Graham, bahwa keputusan Biden untuk meninggalkan ribuan warga Afghanistan yang membantu AS dalam perang serta beberapa warga negara Amerika adalah pelanggaran yang bisa berakhir dengan pemakzulan.

Biden dituduh mengacaukan penarikan pasukan AS, terutama setelah 13 tentara militer Amerika tewas dalam serangan bom bunuh diri milisi ISIS Khorasan di bandara Kabul saat evakuasi memasuki hari-hari terakhirnya.

Setidaknya satu anggota militer telah secara vokal dan kontroversial menyatakan bahwa dia telah kehilangan kepercayaannya pada panglima tertinggi Amerika. Tentara bernama Letnan Kolonel Stuart Scheller itu juga menuntut "akuntabilitas" dan "kepemimpinan" dari pemerintah, yang menurutnya, tidak menunjukkan keduanya.

Terlepas dari kritik terhadap Biden, banyak yang tidak antusias tentang prospek Wakil Presiden Kamala Harris mengambil alih kursi kepresidenan.

Baca juga: AS Tinggalkan Helikopter Tak Berfungsi, Taliban Marah dan Merasa Dikhianati
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!