UNICEF: Serangan Drone AS Tewaskan Tujuh Anak Afghanistan
Selasa, 31 Agustus 2021 - 20:04 WIB
De Lys mengatakan UNICEF melanjutkan misinya di Afghanistan, meskipun banyak lembaga luar telah mengambil dan pergi setelah pengambilalihan Taliban, karena sekitar 10 juta anak tetap dalam bahaya dan setidaknya 200.000 telah mengungsi.
“Ini jelas merupakan krisis perlindungan anak di negara yang sudah menjadi salah satu tempat terburuk di dunia untuk anak-anak,” katanya kepada wartawan.
Ketidaktahuan dari De Lys jelas membingungkan, karena sumber terbuka yang sama yang melaporkan kematian dengan jelas mengaitkan serangan itu dengan AS – New York Times, misalnya.
Militer AS juga mengatakan telah melakukan serangan pesawat tak berawak, dengan mengatakan itu dilakukan untuk membela diri terhadap ancaman "segera" oleh Negara Islam Khorasan (ISIS-K). Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman pekan lalu di gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul, yang merenggut nyawa 13 anggota militer AS dan sekitar 170 warga Afghanistan.
Baca juga: Tampang Bomber ISIS di Bandara Kabul, Pembantai 110 Orang Termasuk 13 Tentara AS
“Ini jelas merupakan krisis perlindungan anak di negara yang sudah menjadi salah satu tempat terburuk di dunia untuk anak-anak,” katanya kepada wartawan.
Ketidaktahuan dari De Lys jelas membingungkan, karena sumber terbuka yang sama yang melaporkan kematian dengan jelas mengaitkan serangan itu dengan AS – New York Times, misalnya.
Militer AS juga mengatakan telah melakukan serangan pesawat tak berawak, dengan mengatakan itu dilakukan untuk membela diri terhadap ancaman "segera" oleh Negara Islam Khorasan (ISIS-K). Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman pekan lalu di gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai Kabul, yang merenggut nyawa 13 anggota militer AS dan sekitar 170 warga Afghanistan.
Baca juga: Tampang Bomber ISIS di Bandara Kabul, Pembantai 110 Orang Termasuk 13 Tentara AS
Lihat Juga :