Taliban Nyatakan Musik Haram, Tembak Mati Penyanyi Folk di Kepalanya
Selasa, 31 Agustus 2021 - 15:34 WIB
Menurut Jawad, ayahnya hanya memainkan alat musik sejenis kecapi yang disebut ghichak dan menyanyikan lagu-lagu tradisional tentang negaranya.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AP bahwa kelompoknya akan menyelidiki insiden itu. Dia mengaku tidak memiliki rincian informasi lain tentang pembunuhan di wilayah yang berjarak sekitar 60 mil utara Kabul tersebut.
Pembunuhan terhadap penyanyi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Mujahid mengatakan kepada New York Times bahwa musik dilarang di Afghanistan, sama seperti selama pemerintahan brutal kelompok itu dari tahun 1996 hingga 2001.
"Musik dilarang dalam Islam," kata Mujahid kepada surat kabar itu, saat memaparkan alasan pelarangan musik di Afghanistan.
"Kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, alih-alih menekan mereka."
Baca juga: Rusia: Peroleh 100 Sistem Rudal Javelin AS, Taliban Lebih Baik dari AD Ukraina
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AP bahwa kelompoknya akan menyelidiki insiden itu. Dia mengaku tidak memiliki rincian informasi lain tentang pembunuhan di wilayah yang berjarak sekitar 60 mil utara Kabul tersebut.
Pembunuhan terhadap penyanyi itu terjadi hanya beberapa hari setelah Mujahid mengatakan kepada New York Times bahwa musik dilarang di Afghanistan, sama seperti selama pemerintahan brutal kelompok itu dari tahun 1996 hingga 2001.
"Musik dilarang dalam Islam," kata Mujahid kepada surat kabar itu, saat memaparkan alasan pelarangan musik di Afghanistan.
"Kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, alih-alih menekan mereka."
Baca juga: Rusia: Peroleh 100 Sistem Rudal Javelin AS, Taliban Lebih Baik dari AD Ukraina
Lihat Juga :