Balas Dendam, Biden Beri Komandan AS Wewenang Penuh Gempur ISIS-K

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 01:41 WIB
“Komandan kami juga memberi tahu Presiden dan Wakil Presiden tentang rencana untuk mengembangkan target [ISIS-K]," bunyi pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Sabtu (28/8/2021).

"Beberapa hari ke depan dari misi ini akan menjadi periode paling berbahaya hingga saat ini. Presiden menegaskan kembali dengan para komandan perihal persetujuannya atas semua otoritas yang mereka butuhkan untuk melakukan operasi dan melindungi pasukan kami, dan semua melaporkan kembali bahwa mereka memiliki sumber daya yang mereka yakini perlu mereka lakukan secara efektif," lanjut pernyataan Gedung Putih yang diterbitkan setelah pertemuan antara Biden dan pejabat keamanan nasionalnya pada Jumat pagi.

Menurut pernyataan itu, Biden diberitahu bahwa militer AS telah melanjutkan operasi evakuasinya di Kabul, di mana ribuan orang dilaporkan diterbangkan ke luar negeri setiap beberapa jam, dan evakuasi warga Amerika terdaftar sebagai prioritas.

Bersama dengan Biden dan wakil presiden Kamala Harris, pertemuan hari Jumat dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Antony Blinken, kepala Pentagon Lloyd Austin, Ketua Kepala Staf Gabungan Mark Milley, direktur CIA dan FBI, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, dan pejabat lainnya, serta komandan dan diplomat di lapangan.

Sementara itu, laporan media-media AS menyebut korban tewas dalam serangan bom bunuh di bandara Kabul sudah mencapai 170 orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!