Dokumen Internal Bocor: Taliban Ancam dan Pukuli Staf PBB
Kamis, 26 Agustus 2021 - 07:47 WIB
Penilaian risiko PBB pada 21 Agustus, yang dilaporkan oleh Reuters pada hari Selasa, mengatakan tidak ada komando dan kontrol yang koheren di dalam Taliban.
Kecepatan kemenangan militer mereka, yang bertepatan dengan penarikan pasukan asing pimpinan AS setelah perang 20 tahun, telah meninggalkan kekosongan kekuasaan, dan kelompok itu berebut untuk membentuk pemerintahan di Kabul serta provinsi-provinsi untuk menjalankan negara.
Seorang pekerja PBB asal Afghanistan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya 50 staf Afghanistan yang diperingatkan atau diancam oleh Taliban.
"Staf nasional PBB yang berada di bawah ancaman langsung serius dari Taliban harus dievakuasi," ia menambahkan.
Baca juga: Pakistan Desak Dunia Internasional Tetap Berinteraksi dengan Taliban
Dia mengatakan ancaman itu tidak semua harus terkait dengan status orang-orang di PBB, tetapi merupakan fungsi dari dorongan Taliban untuk memaksakan kendali atas Kabul.
Seorang wanita Afghanistan kedua yang bekerja di PBB telah pindah rumah bersama suami dan putrinya yang berusia 3 tahun dalam 10 hari terakhir. Beberapa tetangganya tahu dia bekerja di PBB, dan dia khawatir mereka akan memberi tahu Taliban.
Dia memiliki visa untuk negara tetangga, tetapi frustrasi karena PBB tidak membantunya mengungsi.
"Kami mengharapkan seluruh sistem PBB untuk membantu kami. Kami benar-benar mengharapkan itu," ujar wanita itu.
"Kami dalam bahaya. Dan jika kami tidak bisa bekerja, siapa yang akan menjangkau orang-orang?" imbuhnya.
Kecepatan kemenangan militer mereka, yang bertepatan dengan penarikan pasukan asing pimpinan AS setelah perang 20 tahun, telah meninggalkan kekosongan kekuasaan, dan kelompok itu berebut untuk membentuk pemerintahan di Kabul serta provinsi-provinsi untuk menjalankan negara.
Seorang pekerja PBB asal Afghanistan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa dia mengetahui setidaknya 50 staf Afghanistan yang diperingatkan atau diancam oleh Taliban.
"Staf nasional PBB yang berada di bawah ancaman langsung serius dari Taliban harus dievakuasi," ia menambahkan.
Baca juga: Pakistan Desak Dunia Internasional Tetap Berinteraksi dengan Taliban
Dia mengatakan ancaman itu tidak semua harus terkait dengan status orang-orang di PBB, tetapi merupakan fungsi dari dorongan Taliban untuk memaksakan kendali atas Kabul.
Seorang wanita Afghanistan kedua yang bekerja di PBB telah pindah rumah bersama suami dan putrinya yang berusia 3 tahun dalam 10 hari terakhir. Beberapa tetangganya tahu dia bekerja di PBB, dan dia khawatir mereka akan memberi tahu Taliban.
Dia memiliki visa untuk negara tetangga, tetapi frustrasi karena PBB tidak membantunya mengungsi.
"Kami mengharapkan seluruh sistem PBB untuk membantu kami. Kami benar-benar mengharapkan itu," ujar wanita itu.
"Kami dalam bahaya. Dan jika kami tidak bisa bekerja, siapa yang akan menjangkau orang-orang?" imbuhnya.
(ian)
Lihat Juga :