Penarikan Pasukan AS Munculkan Kekosongan di Afghanistan
Senin, 23 Agustus 2021 - 00:07 WIB
“Taliban dengan tepat berasumsi bahwa, seiring waktu, antusiasme barat akan berkurang dan politisi yang terpilih secara demokratis akan memutuskan untuk meninggalkan upaya mereka di negara ini – mereka hanya harus menunggu dan bersiap,” ucap Lewis.
Baca: NATO Tangguhkan Seluruh Dukungan untuk Pemerintah Afghanistan
“NATO dan negara-negara barat lainnya telah mengembangkan pendekatan untuk membangun kapasitas di militer Afghanistan dan mengembangkan lembaga-lembaga demokrasi di negara itu,” tuturnya.
Menurut Lewis, proses seperti itu membutuhkan waktu beberapa generasi, bukan hanya beberapa dekade, terutama di negara yang budaya dasarnya sangat berbeda.
Dia mengatakan, apa yang harus dipahami di negara-negara barat adalah bahwa, bersama dengan bantuan pembangunan, dukungan militer adalah investasi keamanan jangka panjang yang hemat biaya untuk semua.
“Kegagalan total pemerintah Afghanistan dan angkatan bersenjata untuk mempertahankan garis dan bertahan melawan pasukan Taliban akan membuat lebih sulit untuk meyakinkan para pemimpin negara lain bahwa keterlibatan pertahanan, sebagai bentuk pengembangan kapasitas dan pencegahan konflik, berharga,” ujarnya.
“Inggris telah berada di garis depan dalam mengembangkan pendekatan ini tetapi seperti yang disaksikan dari peristiwa-peristiwa di Afghanistan, tidak satu pun dari pengembangan kapasitas ini yang penting jika tekad politik dan kepemimpinan nasional tidak ada,” tukasnya.
Baca: NATO Tangguhkan Seluruh Dukungan untuk Pemerintah Afghanistan
“NATO dan negara-negara barat lainnya telah mengembangkan pendekatan untuk membangun kapasitas di militer Afghanistan dan mengembangkan lembaga-lembaga demokrasi di negara itu,” tuturnya.
Menurut Lewis, proses seperti itu membutuhkan waktu beberapa generasi, bukan hanya beberapa dekade, terutama di negara yang budaya dasarnya sangat berbeda.
Dia mengatakan, apa yang harus dipahami di negara-negara barat adalah bahwa, bersama dengan bantuan pembangunan, dukungan militer adalah investasi keamanan jangka panjang yang hemat biaya untuk semua.
“Kegagalan total pemerintah Afghanistan dan angkatan bersenjata untuk mempertahankan garis dan bertahan melawan pasukan Taliban akan membuat lebih sulit untuk meyakinkan para pemimpin negara lain bahwa keterlibatan pertahanan, sebagai bentuk pengembangan kapasitas dan pencegahan konflik, berharga,” ujarnya.
“Inggris telah berada di garis depan dalam mengembangkan pendekatan ini tetapi seperti yang disaksikan dari peristiwa-peristiwa di Afghanistan, tidak satu pun dari pengembangan kapasitas ini yang penting jika tekad politik dan kepemimpinan nasional tidak ada,” tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :