Rusia Terindikasi Bersiap Uji Coba Rudal Skyfall Bertenaga Nuklir

Kamis, 19 Agustus 2021 - 03:24 WIB
“Menggunakan reaktor nuklir, pada prinsipnya, akan memberikan jangkauan tak terbatas pada rudal jelajah untuk terbang di bawah dan di sekitar radar dan pencegat pertahanan rudal AS,” kata Jeffrey Lewis, seorang ahli senjata di Middlebury Institute yang meninjau foto-foto satelit tersebut.

"Namun, ada pertanyaan penting tentang apakah sistem dapat dibuat untuk bekerja dengan sukses, belum lagi ancaman yang dapat ditimbulkan oleh pengujian sistem ini terhadap lingkungan dan kesehatan manusia," papar Lewis.

Risiko tersebut, kata Lewis kepada CNN, Kamis (19/8/2021), telah mendorong beberapa ahli untuk menyebut senjata itu sebagai "Chernobyl terbang".

Misil berbahaya itu pernah jatuh ke Laut Putih pada Agustus 2019 dan untuk memulihkannya mengakibatkan ledakan yang menewaskan lima personel teknis Rusia.

Pada saat itu, Lewis mengatakan kepada CNN bahwa citra satelit menunjukkan insiden itu mungkin terkait dengan pengembangan rudal jelajah bertenaga nuklir.

Rusia melakukan setidaknya satu uji terbang rudal jelajah bertenaga nuklir dari situs yang sama di dekat Lingkaran Arktik pada November 2017. Moskow dilaporkan melakukan beberapa tes lain di bulan-bulan berikutnya, meskipun tidak ada yang dianggap berhasil.

Pada Maret 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin merilis video uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir, yang memungkinkan peneliti open-source, termasuk analis di Middlebury Institute, untuk mengidentifikasi lokasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!