Taliban Berjanji Tegakkan Hak-hak Perempuan, Gedung Putih Skeptis

Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:25 WIB
“Imarah Islam Afghanistan tidak ingin perempuan menjadi korban lagi,” kata Enamullah Samangani, anggota komisi budaya Taliban.

Baca juga: Deklarasikan Amnesti, Taliban Desak Kaum Perempuan Gabung Pemerintahan

Beberapa jam setelah konferensi pers Taliban, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat tidak akan menuruti kata-kata kelompok itu tetapi akan mengawasi tindakannya dalam hal hak asasi manusia.

“Ini bukan tentang kepercayaan. Ini tentang verifikasi," kata Sullivan di Gedung Putih.

"Dan kita akan melihat apa yang akhirnya dilakukan Taliban dalam beberapa hari dan minggu ke depan," sambungnya seperti dikutip dari USA Today, Rabu (18/8/2021).

Sullivan mengatakan Amerika Serikat memiliki alat – termasuk sanksi, kecaman internasional dan isolasi – yang dapat digunakan jika perempuan di Afghanistan diperlakukan dengan buruk.

Meskipun Sullivan mengatakan bahwa hatinya tertuju pada perempuan dan gadis Afghanistan, dia berpendapat bahwa pilihannya bukanlah antara menyelamatkan atau meninggalkan mereka. Memutuskan untuk mempertahankan kekuatan militer AS di negara itu akan datang dengan biaya manusia untuk tentara Amerika.

"Ini adalah pilihan yang harus dibuat seorang presiden," ujarnya.

Baca juga: AS Akui Pemerintah Taliban jika Hormati Hak Wanita dan Hindari Ekstremisme
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!