Protes Sanksi Terhadap Putra Presiden, Guinea Equatorial Tutup Kedubes di Inggris
Senin, 26 Juli 2021 - 19:54 WIB
Inggris menjatuhkan sanksi kepada putra presiden Guinea Equatorial karena menyalahgunakan uang jutaan dolar untuk sarung tangan Michael Jackson. Foto/Kolase/Sindonews
MALABO - Pemerintah Guinea Equatorial mengatakan mereka akan menutup Kedutaan Besar mereka di London, Inggris. Penutupan Kedutaan Besar ini adalah bentuk protes atas keputusan Inggris menjatuhkan sanksi kepada Teodoro Obiang Mangue, yang tidak lain adalah putra presiden negara itu.
"Keputusan pertama yang diambil pemerintah adalah penutupan total misi diplomatik kami di London," kata Menteri Luar Negeri Guinea Equatorial, Simeon Oyono Esono dalam sebuah pernyataan. Baca juga: Beli Sarung Tangan Jacko, Inggris Sanksi Putra Presiden Guinea Equatorial
"Guinea Equatorial tidak akan menerima campur tangan dalam urusan internal negara yang melanggar prinsip hukum internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (26/7/2021).
Sementara itu, pemerintah Guinea Equatorial mengatakan, sanksi itu sepihak dan ilegal. Mereka menyebut, Obiang, yang juga merupakan Wakil Presiden Guinea Equatorial, belum melakukan investasi apa pun di Inggris.
"Keputusan pertama yang diambil pemerintah adalah penutupan total misi diplomatik kami di London," kata Menteri Luar Negeri Guinea Equatorial, Simeon Oyono Esono dalam sebuah pernyataan. Baca juga: Beli Sarung Tangan Jacko, Inggris Sanksi Putra Presiden Guinea Equatorial
"Guinea Equatorial tidak akan menerima campur tangan dalam urusan internal negara yang melanggar prinsip hukum internasional," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (26/7/2021).
Sementara itu, pemerintah Guinea Equatorial mengatakan, sanksi itu sepihak dan ilegal. Mereka menyebut, Obiang, yang juga merupakan Wakil Presiden Guinea Equatorial, belum melakukan investasi apa pun di Inggris.
Lihat Juga :