Ibu Kota Aghanistan Dihujani Roket Saat Presiden Ghani Shalat Idul Adha
Selasa, 20 Juli 2021 - 14:28 WIB
Baca juga: Taliban Bersedia Gencatan Senjata Asalkan Afghanistan Bebaskan 7.000 Tahanan
Taliban dan pemerintah sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata selama beberapa hari raya keagamaan.
Setelah pertemuan puncak akhir pekan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa pemerintahannya berharap untuk memulai pembicaraan dengan Taliban mengenai penolakan kelompok itu membiarkan Ankara mengelola bandara Kabul setelah pasukan AS mundur dari Afghanistan.
Turki telah bernegosiasi dengan pejabat pertahanan AS mengenai tawaran untuk mengamankan bandara, yang merupakan kunci untuk memungkinkan negara-negara mempertahankan kehadiran diplomatik di Afghanistan setelah penarikan pasukan.
Pekan lalu, Taliban menyebut tawaran Turki "tercela".
Baca juga: Taliban Peringatkan Turki Tidak Kirim Pasukan Penjaga Bandara Kabul
Sementara itu, pertempuran berlanjut di Afghanistan, dengan Taliban dan pemerintah mengklaim keuntungan di berbagai bagian negara itu.
Selama akhir pekan, pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada mengatakan dia "sangat mendukung" penyelesaian politik - bahkan ketika gerakan Islam garis keras melanjutkan serangannya.
Taliban telah merebut distrik, merebut penyeberangan perbatasan dan mengepung ibu kota provinsi saat pasukan asing bersiap untuk keluar sepenuhnya pada akhir Agustus.
Di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa sekitar 700 penerjemah dan anggota keluarga dekat mereka yang melarikan diri dari Afghanistan akan dipindahkan ke pangkalan militer di negara bagian Virginia.
Taliban dan pemerintah sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata selama beberapa hari raya keagamaan.
Setelah pertemuan puncak akhir pekan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa pemerintahannya berharap untuk memulai pembicaraan dengan Taliban mengenai penolakan kelompok itu membiarkan Ankara mengelola bandara Kabul setelah pasukan AS mundur dari Afghanistan.
Turki telah bernegosiasi dengan pejabat pertahanan AS mengenai tawaran untuk mengamankan bandara, yang merupakan kunci untuk memungkinkan negara-negara mempertahankan kehadiran diplomatik di Afghanistan setelah penarikan pasukan.
Pekan lalu, Taliban menyebut tawaran Turki "tercela".
Baca juga: Taliban Peringatkan Turki Tidak Kirim Pasukan Penjaga Bandara Kabul
Sementara itu, pertempuran berlanjut di Afghanistan, dengan Taliban dan pemerintah mengklaim keuntungan di berbagai bagian negara itu.
Selama akhir pekan, pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada mengatakan dia "sangat mendukung" penyelesaian politik - bahkan ketika gerakan Islam garis keras melanjutkan serangannya.
Taliban telah merebut distrik, merebut penyeberangan perbatasan dan mengepung ibu kota provinsi saat pasukan asing bersiap untuk keluar sepenuhnya pada akhir Agustus.
Di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa sekitar 700 penerjemah dan anggota keluarga dekat mereka yang melarikan diri dari Afghanistan akan dipindahkan ke pangkalan militer di negara bagian Virginia.
(ian)
Lihat Juga :