Hidupkan Kembali JCPOA, AS Siap Cabut Sanksi Khamenei dan Raisi
Rabu, 14 Juli 2021 - 00:33 WIB
AS dan Iran telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung di Wina sejak April lalu untuk menghidupkan kembali perjanjian nulir 2015, yang secara resmi dinamai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). AS secara sepihak memutuskan keluar dari perjanjian itu di bawah mantan Presiden Donald Trump pada 2018. Putaran terakhir pembicaraan berlangsung pada 20 Juni, dan belum jelas kapan pembicaraan itu akan dilakukan.
Baca juga: Ebrahim Raisi: Presiden Iran Pertama yang Menjabat di Bawah Sanksi AS
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak akan memaksakan batas waktu untuk pembicaraan putaran ketujuh, menambahkan bahwa hanya Teheran yang dapat menentukan kapan pembicaraan akan dilanjutkan.
Khamenei, yang memiliki keputusan akhir atas urusan negara di Iran, mengatakan pada Februari bahwa Iran akan kembali ke komitmennya berdasarkan kesepakatan hanya setelah penghapusan semua sanksi dan "diverifikasi" oleh Teheran.
AS belum mengomentari laporan Kementerian Luar Negeri Iran.
Baca juga: Ebrahim Raisi: Presiden Iran Pertama yang Menjabat di Bawah Sanksi AS
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan pada hari Senin bahwa Washington tidak akan memaksakan batas waktu untuk pembicaraan putaran ketujuh, menambahkan bahwa hanya Teheran yang dapat menentukan kapan pembicaraan akan dilanjutkan.
Khamenei, yang memiliki keputusan akhir atas urusan negara di Iran, mengatakan pada Februari bahwa Iran akan kembali ke komitmennya berdasarkan kesepakatan hanya setelah penghapusan semua sanksi dan "diverifikasi" oleh Teheran.
AS belum mengomentari laporan Kementerian Luar Negeri Iran.
(ian)
Lihat Juga :