Hampir 20 Tahun Jalankan Misi NATO, Tentara Jerman Terakhir Tinggalkan Afghanistan
Rabu, 30 Juni 2021 - 15:21 WIB
Baca juga: Bantu AS, Ribuan Warga Afghanistan Akan Dievakuasi
Menurut media Jerman, sekitar 20 pasukan komando lepas landas dengan pesawat terakhir dari pangkalan udara Camp Marmal dekat kota Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara, setelah pangkalan itu secara resmi diserahkan kepada Angkatan Darat Afghanistan.
Sekitar 1.300 tentara Jerman memberikan pelatihan untuk militer dan pasukan keamanan Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO. Selama perang, Jerman kehilangan 59 tentara, termasuk 35 yang tewas dalam pertempuran, menurut situs berita Tagesschau.
Henning Otte, seorang anggota parlemen dan juru bicara kebijakan pertahanan untuk partai pimpinan Kanselir Jerman Uni Demokratik Kristen Jerman (CDU), dikutip oleh DW mengatakan bahwa misi di Afghanistan berhasil.
"Afghanistan hari ini tidak menawarkan retret untuk teror internasional, dan tentara Jerman dapat bangga pada diri mereka sendiri," katanya.
Politisi dari partai lain lebih tertutup. Siemtje Moeller dari Sosial Demokrat (SPD) mengatakan bahwa sementara operasi itu sukses dari perspektif militer, pembangunan negara jangka panjang di Afghanistan terbukti lebih sulit. Moeller menyerukan peninjauan misi, seperti yang dilakukan perwakilan dari partai Kiri.
Menurut media Jerman, sekitar 20 pasukan komando lepas landas dengan pesawat terakhir dari pangkalan udara Camp Marmal dekat kota Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara, setelah pangkalan itu secara resmi diserahkan kepada Angkatan Darat Afghanistan.
Sekitar 1.300 tentara Jerman memberikan pelatihan untuk militer dan pasukan keamanan Afghanistan sebagai bagian dari misi NATO. Selama perang, Jerman kehilangan 59 tentara, termasuk 35 yang tewas dalam pertempuran, menurut situs berita Tagesschau.
Henning Otte, seorang anggota parlemen dan juru bicara kebijakan pertahanan untuk partai pimpinan Kanselir Jerman Uni Demokratik Kristen Jerman (CDU), dikutip oleh DW mengatakan bahwa misi di Afghanistan berhasil.
"Afghanistan hari ini tidak menawarkan retret untuk teror internasional, dan tentara Jerman dapat bangga pada diri mereka sendiri," katanya.
Politisi dari partai lain lebih tertutup. Siemtje Moeller dari Sosial Demokrat (SPD) mengatakan bahwa sementara operasi itu sukses dari perspektif militer, pembangunan negara jangka panjang di Afghanistan terbukti lebih sulit. Moeller menyerukan peninjauan misi, seperti yang dilakukan perwakilan dari partai Kiri.
Lihat Juga :