Tembak Mati Suami Pemerkosa, Ibu Ini Divonis Bersalah tapi Dibebaskan

Sabtu, 26 Juni 2021 - 14:57 WIB
Hampir satu juta orang telah menandatangani petisi yang menuntut agar tuduhan terhadap Bacot dibatalkan.

Polette, seorang pengemudi truk berusia 61 tahun pada saat kematiannya pada 13 Maret 2016, tewas karena satu luka tembak di leher.

Baca juga: Rusia: Lain Kali, Kapal Perang Inggris Akan Dibom Beneran!

Dia awalnya kekasih dari Ibunda Bacot, dan pertama kali memerkosa Bacot ketika dia baru berusia 12 tahun.

Polette dipenjara karena melakukan pelecehan seksual terhadap Bacot ketika dia berusia 14 tahun tetapi dibebaskan setelah kurang dari tiga tahun penjara dan kembali hidup bersama Bacot dan Ibunya, Joelle Aubague.

Pria yang kejam itu kemudian mengatur agar Bacot mulai berhubungan seks dengan pria lain demi uang.

Bacot mengaku membunuh Polette, tetapi untuk membela diri saat dia memaksanya untuk melacurkan dirinya di Peugeot People Carrier, dekat dengan rumah mereka di Saone-et-Loire.

Sang Ibu mengatakan dia menembak Polette saat situasi panas setelah dia juga dilecehkan oleh klien.

Sebelumnya dalam persidangan, Joelle Aubague bersaksi bahwa pasangan itu ingin bersama dan Bacot tidak harus membunuhnya untuk melarikan diri dari pernikahan.

Ditanya apakah Bacot bisa lolos dari hubungan tanpa membunuh suaminya, dia berkata: "Ada solusi lain".

Hari kedua persidangan melihat tiga anak tertua Bacot bersaksi tentang kehidupan keluarga mereka, mengatakan Ibu mereka "tidak bersalah" dan hanya membunuh Polette untuk melindungi diri dan anak-anaknya setelah polisi menolak untuk membantu.

Bacot mengatakan anak-anaknya menghubungi polisi dua kali atas namanya tetapi ditolak, di mana petugas memberi tahu mereka bahwa Ibu mereka perlu datang ke kantor polisi sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!