Sekitar 5.000 Merpati Hilang Misterius di Udara 'Segitiga Bermuda'
Jum'at, 25 Juni 2021 - 14:46 WIB
Peternak merpati, Richard Sayers, mengatakan kepada The Sun: “Kami telah melihat salah satu hari balapan terburuk dalam sejarah kami."
"Sebagian besar peternak yang saya ajak bicara menyalahkan kondisi atmosfer—mungkin badai matahari di atas awan yang menciptakan statis di atmosfer—tetapi tidak ada yang benar-benar tahu," ujarnya yang dilansir Jumat (25/6/2021).
Merpati rumah menggunakan medan magnet bumi untuk bernavigasi tetapi mereka dapat mengalami disorientasi jika ada badai geomagnetik.
Para peternak telah melihat klub mereka kehilangan ratusan merpati yang memiliki cincin identifikasi. Mereka meminta siapa saja yang melihat salah satu merpati balap untuk memberi mereka makanan dan air dengan kemungkinan mereka akan melanjutkan perjalanan mereka.
Baca juga: Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'
Ian Evans, dari Royal Pigeon Racing Association, mengatakan: “Kami menjadi sadar dengan cepat bahwa sesuatu yang sangat tidak biasa sedang terjadi."
"Sebagian besar peternak yang saya ajak bicara menyalahkan kondisi atmosfer—mungkin badai matahari di atas awan yang menciptakan statis di atmosfer—tetapi tidak ada yang benar-benar tahu," ujarnya yang dilansir Jumat (25/6/2021).
Merpati rumah menggunakan medan magnet bumi untuk bernavigasi tetapi mereka dapat mengalami disorientasi jika ada badai geomagnetik.
Para peternak telah melihat klub mereka kehilangan ratusan merpati yang memiliki cincin identifikasi. Mereka meminta siapa saja yang melihat salah satu merpati balap untuk memberi mereka makanan dan air dengan kemungkinan mereka akan melanjutkan perjalanan mereka.
Baca juga: Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'
Ian Evans, dari Royal Pigeon Racing Association, mengatakan: “Kami menjadi sadar dengan cepat bahwa sesuatu yang sangat tidak biasa sedang terjadi."
Lihat Juga :