Pelanggar HAM, AS Bersumpah Tuntut Pertanggungjawaban Ebrahim Raisi
Selasa, 22 Juni 2021 - 16:19 WIB
Dia juga berpendapat bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameni adalah sosok yang mengambil keputusan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan AS dan kekuatan dunia lainnya. Pembicaraan tidak langsung AS-Iran di Jenewa sendiri dikatakan membuat kemajuan menuju kesepakatan, mungkin sebelum pelantikan Raisi pada bulan Agustus.
“Pandangan presiden, dan pandangan kami, adalah bahwa pengambil keputusan di sini adalah pemimpin tertinggi,” ujar Psaki.
Baca juga: Khamenei: Kemenangan Raisi Merupakan Kekalahan 'Propaganda Musuh'
“Kami akan terus bekerja untuk memajukan negosiasi diplomatik ini, karena ini demi kepentingan Amerika Serikat dan kepentingan keamanan nasional kami. Tapi saya tidak punya jadwal baru untuk Anda,” imbuhnya.
Mengacu pada seruan baru dari Teheran agar AS mencabut sanksi, Psaki mengatakan masalah itu adalah subjek pembicaraan yang telah menyelesaikan enam putaran.
“Kami tentu memahami seperti yang telah kami lihat di putaran terakhir negosiasi ini bahwa akan ada berbagai retorika untuk mengatasi kebutuhan politik (Iran) di dalam negeri,” ucapnya.
“Kami memahami itu, tetapi fokus kami tetap pada negosiasi yang kami harapkan untuk terus berpartisipasi,” tukasnya.
“Pandangan presiden, dan pandangan kami, adalah bahwa pengambil keputusan di sini adalah pemimpin tertinggi,” ujar Psaki.
Baca juga: Khamenei: Kemenangan Raisi Merupakan Kekalahan 'Propaganda Musuh'
“Kami akan terus bekerja untuk memajukan negosiasi diplomatik ini, karena ini demi kepentingan Amerika Serikat dan kepentingan keamanan nasional kami. Tapi saya tidak punya jadwal baru untuk Anda,” imbuhnya.
Mengacu pada seruan baru dari Teheran agar AS mencabut sanksi, Psaki mengatakan masalah itu adalah subjek pembicaraan yang telah menyelesaikan enam putaran.
“Kami tentu memahami seperti yang telah kami lihat di putaran terakhir negosiasi ini bahwa akan ada berbagai retorika untuk mengatasi kebutuhan politik (Iran) di dalam negeri,” ucapnya.
“Kami memahami itu, tetapi fokus kami tetap pada negosiasi yang kami harapkan untuk terus berpartisipasi,” tukasnya.
Lihat Juga :