Khamenei: Kemenangan Raisi Merupakan Kekalahan 'Propaganda Musuh'
Minggu, 20 Juni 2021 - 18:11 WIB
loading...
Khamenei, memuji pemilihan presiden yang dimenangkan oleh Ebrahim Raisi dan menyebut kemenanganya sebagai kemenangan bagi bangsa atas propaganda musuh. Foto/REUTERS
A
A
A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi spiritual Iran , Ayatollah Ali Khamenei, memuji pemilihan presiden yang dimenangkan oleh ulama ultrakonservatif, Ebrahim Raisi. Khamenei menyebut kemenangan Raisi sebagai kemenangan bagi bangsa atas “propaganda musuh".
Raisitelah memenangkanpilpres, dengan hampir 62 persen suara. Jumlah pemilih dalam pilpres Iran sendiri adalah 48,8 persen, terendah dalam sejarah Iran. Baca juga: Mengejutkan, Iran telah Produksi 6,5 Kg Uranium Pengayaan 60%
"Pemenang terbesar pemilu kemarin adalah bangsa Iran, karena telah bangkit sekali lagi dalam menghadapi propaganda media tentara bayaran musuh," katanya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (20/6/2021).
Khamenei juga bersikeras bahwa pemilu yang dilakukan di negaranya berjalan kompetitif dan demokratis. Ia pun mengkritik negara-negara yang medianya memberitakan sebaliknya.
“Menariknya, beberapa negara yang dijalankan berdasarkan tribalisme di abad ke-21 dan tidak pernah memiliki pemilu, sehingga orang-orang mereka bahkan tidak tahu perbedaan antara kotak suara dan kotak buah, meluncurkan stasiun TV 24 jam dan mengklaim pemilu Iran tidak demokratis," ujarnya.
Khamenei tidak menyebut nama negara mana pun, tetapi komentarnya secara luas ditafsirkan sebagai tusukan kepada negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi. Baca juga: Ebrahim Raisi Menang, AS Pertanyakan Keadilan Pemilu Iran
Raisitelah memenangkanpilpres, dengan hampir 62 persen suara. Jumlah pemilih dalam pilpres Iran sendiri adalah 48,8 persen, terendah dalam sejarah Iran. Baca juga: Mengejutkan, Iran telah Produksi 6,5 Kg Uranium Pengayaan 60%
"Pemenang terbesar pemilu kemarin adalah bangsa Iran, karena telah bangkit sekali lagi dalam menghadapi propaganda media tentara bayaran musuh," katanya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (20/6/2021).
Khamenei juga bersikeras bahwa pemilu yang dilakukan di negaranya berjalan kompetitif dan demokratis. Ia pun mengkritik negara-negara yang medianya memberitakan sebaliknya.
“Menariknya, beberapa negara yang dijalankan berdasarkan tribalisme di abad ke-21 dan tidak pernah memiliki pemilu, sehingga orang-orang mereka bahkan tidak tahu perbedaan antara kotak suara dan kotak buah, meluncurkan stasiun TV 24 jam dan mengklaim pemilu Iran tidak demokratis," ujarnya.
Khamenei tidak menyebut nama negara mana pun, tetapi komentarnya secara luas ditafsirkan sebagai tusukan kepada negara-negara Teluk, khususnya Arab Saudi. Baca juga: Ebrahim Raisi Menang, AS Pertanyakan Keadilan Pemilu Iran
(ian)
Lihat Juga :