Dubes Heri Akhmadi Apresiasi Pentas Gamelan Lambangsari di Hadapan Publik Jepang
Minggu, 13 Juni 2021 - 22:08 WIB
"Malam ini saya surprised. Ada seniman Indonesia yang tinggal di Jepang dan mampu menampilkan cerita yg sangat mengesankan dan direspons secara baik oleh publik Jepang. Semoga ini menjadi awal yang lebih baik. Kita akan support," ujar Dubes Heri.
Ki Dalang Rofit Ibharim, 34, dan istrinya, Hiromi Sasako, tinggal di Jepang sejak 16 tahun silam. Mereka konsisten mempromosikan gamelan khas Jawa dan seni pewayangan. Pemuda lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2004 ini membentuk kelompok gamelan Hanna Jos dan mendirikan Bintang Laras, sekolah musik gamelan di rumahnya, setelah melihat tingginya antusias masyarakat Jepang akan budaya asal Jawa itu.
"Sejak kecil saya menyenangi kesenian karawitan Jawa. Bersama istri, saya keliling Jepang untuk mengajar. Belakangan ini saya kembangkan mendalang bahasa Jepang menggunakan tutur Jawa. Dengan begitu orang Jepang bisa lebih tertarik belajar seni karawitan" papar Rofit.
Ki Dalang Rofit Ibharim, 34, dan istrinya, Hiromi Sasako, tinggal di Jepang sejak 16 tahun silam. Mereka konsisten mempromosikan gamelan khas Jawa dan seni pewayangan. Pemuda lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 2004 ini membentuk kelompok gamelan Hanna Jos dan mendirikan Bintang Laras, sekolah musik gamelan di rumahnya, setelah melihat tingginya antusias masyarakat Jepang akan budaya asal Jawa itu.
"Sejak kecil saya menyenangi kesenian karawitan Jawa. Bersama istri, saya keliling Jepang untuk mengajar. Belakangan ini saya kembangkan mendalang bahasa Jepang menggunakan tutur Jawa. Dengan begitu orang Jepang bisa lebih tertarik belajar seni karawitan" papar Rofit.
(min)
Lihat Juga :