Ulama Pakistan Ditangkap setelah Ancam Bunuh Aktivis Malala Yousafzai
Jum'at, 11 Juni 2021 - 14:46 WIB
Malala telah tinggal di Inggris sejak 2012, setelah milisi Taliban Pakistan menembak kepalanya yang membuatnya nyaris tewas. Dia baru berusia 15 tahun pada saat ditembak dan telah membuat marah Taliban dengan kampanyenya untuk pendidikan anak perempuan.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Vogue, Malala mengatakan: "Saya masih tidak mengerti mengapa orang harus menikah."
"Jika Anda ingin memiliki seseorang dalam hidup Anda, mengapa Anda harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak hanya menjadi mitra?," ujar aktivis Pakistan tersebut.
Pernyataan itu menyebabkan kegemparan di media sosial di Pakistan dan membuat marah kaum Islamis dan ulama seperti Haqqani. Di bawah hukum Islam, pasangan tidak bisa hidup bersama di luar pernikahan.
Ayah Malala, Ziauddin Yousafzai, membela putrinya di Twitter dengan mengatakan bahwa pernyataan Malala diambil di luar konteks.
Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Vogue, Malala mengatakan: "Saya masih tidak mengerti mengapa orang harus menikah."
"Jika Anda ingin memiliki seseorang dalam hidup Anda, mengapa Anda harus menandatangani surat nikah, mengapa tidak hanya menjadi mitra?," ujar aktivis Pakistan tersebut.
Pernyataan itu menyebabkan kegemparan di media sosial di Pakistan dan membuat marah kaum Islamis dan ulama seperti Haqqani. Di bawah hukum Islam, pasangan tidak bisa hidup bersama di luar pernikahan.
Ayah Malala, Ziauddin Yousafzai, membela putrinya di Twitter dengan mengatakan bahwa pernyataan Malala diambil di luar konteks.
Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'
Lihat Juga :