Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi 'Bersiaplah untuk Perang'
Jum'at, 11 Juni 2021 - 09:27 WIB
Di antara unggahan media sosial yang disiapkan oleh Departemen Pekerjaan Politik Kelompok ke-80 Angkatan Darat—yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan intelijen dan operasi pengaruh—adalah video musik yang diproduksi oleh Voice of the Strait, kumpulan lima stasiun radio PLA yang berbasis di Fuzhou, provinsi Fujian, yang disiarkan secara khusus untuk pendengar di Taiwan.
Video musik berjudul "Ingin menjadi seorang pembelah? Dengarkan di sini!" termasuk rekaman infanteri, tank dan roket yang meledak.
Pertunjukan itu dilakukan dalam bahasa Mandarin dan dialek Min Selatan, keduanya digunakan secara luas di Taiwan, yang diklaim oleh pemerintah China sebagai bagian dari wilayahnya meskipun tidak pernah mengendalikannya.
Gambar-gambar yang dirilis oleh Departemen Kerja Politik Kelompok ke-80 Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat ini menunjukkan tentara China mengambil bagian dalam upacara pengambilan sumpah pada 9 Juni 2021.
Namun, menurut analisis Newsweek, Jumat (11/6/2021), dorongan propaganda mungkin tidak hanya melibatkan warga Taiwan sebagai audiens utamanya. Peringatan yang jelas dan citra jingoistik datang di tengah gelombang kemarahan domestik yang menargetkan Taipei, dan bisa juga untuk tujuan memadamkan ketidakpuasan di dalam negeri China.
Minggu ini, Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan China menemukan halaman media sosial mereka dibanjiri keluhan tentang kelambanan yang dirasakan setelah pemerintah Taiwan menerima tiga senator Amerika Serikat di Taipei untuk kunjungan singkat namun penting pada hari Minggu.
Senator Tammy Duckworth, Dan Sullivan dan Chris Coons tiba dengan pesawat militer C-17 Angkatan Udara AS dan mengumumkan niat pemerintahan Joe Biden untuk menyumbangkan 750.000 dosis vaksin buatan AS kepada Taiwan. Unsur-unsur masyarakat China memandang kedua gerakan itu telah melewati beberapa garis merah atau lainnya.
Video musik berjudul "Ingin menjadi seorang pembelah? Dengarkan di sini!" termasuk rekaman infanteri, tank dan roket yang meledak.
Pertunjukan itu dilakukan dalam bahasa Mandarin dan dialek Min Selatan, keduanya digunakan secara luas di Taiwan, yang diklaim oleh pemerintah China sebagai bagian dari wilayahnya meskipun tidak pernah mengendalikannya.
Gambar-gambar yang dirilis oleh Departemen Kerja Politik Kelompok ke-80 Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat ini menunjukkan tentara China mengambil bagian dalam upacara pengambilan sumpah pada 9 Juni 2021.
Namun, menurut analisis Newsweek, Jumat (11/6/2021), dorongan propaganda mungkin tidak hanya melibatkan warga Taiwan sebagai audiens utamanya. Peringatan yang jelas dan citra jingoistik datang di tengah gelombang kemarahan domestik yang menargetkan Taipei, dan bisa juga untuk tujuan memadamkan ketidakpuasan di dalam negeri China.
Minggu ini, Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan China menemukan halaman media sosial mereka dibanjiri keluhan tentang kelambanan yang dirasakan setelah pemerintah Taiwan menerima tiga senator Amerika Serikat di Taipei untuk kunjungan singkat namun penting pada hari Minggu.
Senator Tammy Duckworth, Dan Sullivan dan Chris Coons tiba dengan pesawat militer C-17 Angkatan Udara AS dan mengumumkan niat pemerintahan Joe Biden untuk menyumbangkan 750.000 dosis vaksin buatan AS kepada Taiwan. Unsur-unsur masyarakat China memandang kedua gerakan itu telah melewati beberapa garis merah atau lainnya.
Lihat Juga :