Pemerintah Republik Afrika Tengah Mengundurkan Diri

Jum'at, 11 Juni 2021 - 00:26 WIB
Pemilihan legislatif sejak itu membuat United Hearts Movement (MCU) Touadera kekurangan kursi mayoritas di parlemen.

Bagaimanapun pengamat politik mengatakan bahwa dalam pemilihan kunci dia dapat mengandalkan dukungan dari sejumlah besar anggota parlemen independen, banyak yang sebelumnya terkait dengan partai.

Sejak Desember, tentara, yang didukung oleh 12.000 pasukan penjaga perdamaian PBB MINUSCA, pasukan khusus Rwanda dan paramiliter Rusia , telah merebut sebagian besar wilayah dari kendali pemberontak.

Rusia terutama dikreditkan dengan memperkuat tentara nasional yang tidak diperlengkapi dengan baik.

Pada saat yang sama, hubungan dengan sekutu tradisional dan bekas kekuatan kolonial Prancis telah rusak parah.

Baca juga: ISIS Afrika: Pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau Tewas Ledakkan Diri

Paris pada Senin membekukan bantuan keuangan dan menangguhkan kerja sama militer, menuduh Bangui terlibat dalam kampanye disinformasi yang dilakukan Rusia terhadap Prancis.

Kemarahan itu dipicu setelah seorang warga negara Prancis, Juan Remy Quignolot, ditangkap di Bangui pada 10 Mei. Sebuah gambar dirinya dengan gudang senjata disebar di media sosial.

Pada hari Rabu, jaksa CAR menuduh Quignolot melakukan spionase dan konspirasi serta merusak keamanan domestik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!