Menlu Retno Tegaskan Kesenjangan Suplai Vaksin Global Beresiko Perlama Pandemi
Senin, 07 Juni 2021 - 22:59 WIB
Ke depannya, kita berharap peningkatan kerja sama dengan Chinadalam hal ini pada dukungan terhadap ASEAN COVID-19 Response Fund. Kemudian berbagi lebih banyak dosis melalui COVAX Facility kenapa ini penting sekali adalah dalam rangka memenuhi akses yang sama untuk vaksin ke semua negara," ungkapnya.
"Ke depan, peningkatan kerja sama juga diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan cara memproduksi di negara-negara lain," sambungnya. Baca juga: Masih Tertinggal, China Berupaya Keras Kembangkan Vaksin Covid-19
Di luar isu vaksin, ujarnya, kemitraan ASEAN-China dalam membangun ketahanan kesehatan kawasan juga sangat penting guna mengantisipasi pandemi di masa mendatang.
"Hal ini dapat dicapai melalui penguatan sistem deteksi dini, investasi dalam industri kesehatan, termasuk sektor farmasi, penelitian dan pengembangan, serta pembentukan pusat produksi vaksin regional," ucap Retno.
"Di tingkat global, kita harus bekerja sama untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang pada perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan pandemi," tukasnya.
"Ke depan, peningkatan kerja sama juga diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan cara memproduksi di negara-negara lain," sambungnya. Baca juga: Masih Tertinggal, China Berupaya Keras Kembangkan Vaksin Covid-19
Di luar isu vaksin, ujarnya, kemitraan ASEAN-China dalam membangun ketahanan kesehatan kawasan juga sangat penting guna mengantisipasi pandemi di masa mendatang.
"Hal ini dapat dicapai melalui penguatan sistem deteksi dini, investasi dalam industri kesehatan, termasuk sektor farmasi, penelitian dan pengembangan, serta pembentukan pusat produksi vaksin regional," ucap Retno.
"Di tingkat global, kita harus bekerja sama untuk memajukan kepentingan negara-negara berkembang pada perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan pandemi," tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :