Museum Tiananmen Hong Kong Ditutup Tiga Hari Setelah Dibuka
Rabu, 02 Juni 2021 - 13:27 WIB
Baca juga: Demo Tiananmen Sendirian di Hong Kong, Nenek Wong Ditangkap
Otoritas Hong Kong telah melarang selama dua tahun berturut-turut peringatan Tragedi Tiananmen tersebut dengan alasan pembatasan jarak sosial dan risiko kesehatan masyarakat dari pandemi virus Corona baru .
Para kritikus mengatakan pihak berwenang menggunakan pandemi sebagai alasan untuk membungkam suara-suara pro-demokrasi di Hong Kong.
Tahun lalu, ribuan orang berkumpul di Victoria Park meskipun ada larangan dan peringatan polisi. Beberapa minggu kemudian, lebih dari 20 aktivis yang ikut serta dalam aksi tersebut ditangkap. Tahun ini, penyelenggara telah mendesak warga untuk menandai 4 Juni dengan menyalakan lilin di mana pun mereka berada.
Hong Kong adalah tempat terakhir di tanah China di mana serangan partai Komunis terhadap aksi protes yang berpusat di Lapangan Tiananmen Beijing diperingati dengan menyalakan lilin dan acara lainnya. Tetapi pihak berwenang telah melarang upacara publik untuk tahun kedua di tengah kampanye Beijing untuk menghancurkan aktivisme pro-demokrasi di wilayah tersebut.
Otoritas Hong Kong telah melarang selama dua tahun berturut-turut peringatan Tragedi Tiananmen tersebut dengan alasan pembatasan jarak sosial dan risiko kesehatan masyarakat dari pandemi virus Corona baru .
Para kritikus mengatakan pihak berwenang menggunakan pandemi sebagai alasan untuk membungkam suara-suara pro-demokrasi di Hong Kong.
Tahun lalu, ribuan orang berkumpul di Victoria Park meskipun ada larangan dan peringatan polisi. Beberapa minggu kemudian, lebih dari 20 aktivis yang ikut serta dalam aksi tersebut ditangkap. Tahun ini, penyelenggara telah mendesak warga untuk menandai 4 Juni dengan menyalakan lilin di mana pun mereka berada.
Hong Kong adalah tempat terakhir di tanah China di mana serangan partai Komunis terhadap aksi protes yang berpusat di Lapangan Tiananmen Beijing diperingati dengan menyalakan lilin dan acara lainnya. Tetapi pihak berwenang telah melarang upacara publik untuk tahun kedua di tengah kampanye Beijing untuk menghancurkan aktivisme pro-demokrasi di wilayah tersebut.
Lihat Juga :