Software Deteksi Emosi AI Dites pada Etnis Uighur di Xinjiang

Rabu, 26 Mei 2021 - 10:31 WIB
Baca juga: Rusia dan Arab Saudi Makin Mesra, Gabung Kekuatan di Luar Angkasa

Warga di provinsi itu diawasi setiap hari. Daerah ini juga menjadi rumah bagi "pusat pendidikan ulang" yang sangat kontroversial, yang disebut kamp penahanan dengan keamanan tinggi oleh kelompok hak asasi manusia.

Baca juga: Calon Bos Angkatan Udara AS Janji Setop Produksi Suku Cadang F-35 di Turki

Di kamp tersebut diperkirakan lebih dari satu juta orang telah ditahan.

Beijing selalu berpendapat bahwa pengawasan diperlukan di wilayah tersebut dengan dalih separatis yang ingin mendirikan negara sendiri telah membunuh ratusan orang dalam serangan teror.

Insinyur perangkat lunak setuju berbicara dengan program Panorama BBC tanpa menyebut nama, karena dia khawatir akan keselamatannya. Perusahaan tempat dia bekerja juga tidak diungkapkan.

Tapi dia menunjukkan Panorama BBC pada lima foto tahanan Uighur yang dia klaim telah diuji sistem pengenalan emosi pada mereka.

"Pemerintah China menggunakan Uighur sebagai subjek uji untuk berbagai eksperimen seperti tikus yang digunakan di laboratorium," papar dia.

Dia menjelaskan perannya dalam memasang kamera di kantor polisi di provinsi tersebut. "Kami menempatkan kamera pendeteksi emosi 3 meter dari subjek. Ini mirip dengan pendeteksi kebohongan tetapi teknologi yang jauh lebih maju," ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!