Baru Berdamai, Netanyahu Sudah Tebar Ancaman untuk Hamas
Jum'at, 21 Mei 2021 - 19:14 WIB
Sebelumnya, kabinet Keamanan Israel menyetujui gencatan senjata pada hari Kamis setelah lebih dari seminggu tembakan roket dan serangan rudal. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada pukul 02.00 pagi pada hari Jumat di Israel.
Perjanjian tersebut berupaya untuk mengakhiri beberapa kekerasan terburuk antara Israel dan Hamas sejak 2014. Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel, dan Israel menanggapinya dengan kampanye udara yang menghancurkan infrastruktur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis mengatakan bahwa lebih dari 232 warga Palestina telah tewas selama 11 hari serangan di Jalur Gaza, termasuk 76 anak-anak, 39 wanita dan 17 orang lanjut usia. Hanya 12 orang yang diyakini tewas di Israel.
Baca juga: Menlu Retno di PBB: Israel Negara Penjajah Palestina, Harus Direspons Seluruh Negara!
Presiden Biden memuji gencatan senjata itu, memuji keterlibatan diplomatik yang intens dari timnya dan pekerjaan pihak lain di wilayah tersebut dalam mewujudkan gencatan senjata.
Perjanjian tersebut berupaya untuk mengakhiri beberapa kekerasan terburuk antara Israel dan Hamas sejak 2014. Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel, dan Israel menanggapinya dengan kampanye udara yang menghancurkan infrastruktur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis mengatakan bahwa lebih dari 232 warga Palestina telah tewas selama 11 hari serangan di Jalur Gaza, termasuk 76 anak-anak, 39 wanita dan 17 orang lanjut usia. Hanya 12 orang yang diyakini tewas di Israel.
Baca juga: Menlu Retno di PBB: Israel Negara Penjajah Palestina, Harus Direspons Seluruh Negara!
Presiden Biden memuji gencatan senjata itu, memuji keterlibatan diplomatik yang intens dari timnya dan pekerjaan pihak lain di wilayah tersebut dalam mewujudkan gencatan senjata.
(ian)
Lihat Juga :